KPU Terget Presentase Pemilih Kaltara Capai 77,5 Persen

Tarakan, Kalpress – Tahapan Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 sebentar lagi akan memasuki tahapan pendaftaran bakal calon.

Artinya untuk di Kalimantan Utara sendiri akan dibuka pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara, mulai dari tanggal 4 sampai dengan 6 September 2020 mendatang.

Bacaan Lainnya

Komisioner Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kaltara, Hariyadi Hamid mengatakan, saat ini pihaknya menggunakan dua metode dalam mensosialisasikan Pilkada 2020 diantaranya metode Konvensional dan Digital. Metode ini digunakan untuk memastikan sosialisasi dan pendidikan Pemilih Pilkada 2020 akan berjalan secara masif di tengah masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Metode konvensional dan digital memiliki kekurangan kelebihan masing-masing dan juga sasaran, contohnya dengan spanduk, iklan, media sosial, program partisipasi masyarakat hingga turun ke masyarakat”, jelasnya kepada Kalpress.com Minggu (30/08/2020).

Menurutnya, KPU juga menyadari pandemi Covid-19 dan New Normal Life perlu dilakukan cara-cara khusus dalam mensosialisasikan pesta demokrasi yang sedianya digelar pada 9 desember 2020 mendatang, sehingga menjadi sebuah tantangan dalam memobilisasi orang untuk datang ke TPS maupun kegiatan kampanye seperti tahun sebelumnya.

“Sehingga kita lebih perbanyak membuat kegiatan yang jumlah pesertanya terbatas maksimal setengah dari kapasitas ruangan,” tambahnya.

KPU Kaltara juga akan melakukan tatap muka sosialisasi sebanyak 20 kali di basis-basis priroritas, seperti di kampus, sekolah, basis marginal, disabilitas, perempuan, Organisasi Kepemudaan, daerah rawan bencana dan daerah yang juga berpotensi kecurangan pemilu berdasarkan pengalaman sebelumnya.

“Selain itu, pemberian dana Sharing ke KPU Kabupaten/Kota untuk sosialiasi kemudian Touring Demokrasi, kegiatan-kegiatan kreatif dan terakhir Relawan Demokrasi yang masih dalam proses seleksi,” lanjutnya.

Kemudian, pihaknya juga akan sosialisasi pendidikan pemilih ke kampung-kampung dengan membawa contoh atau badut sosialisasi ke masyarakat.

Berkaca pada Pilkada Kaltara 2015 lalu, yang angka partisipasi pemilihnya hanya 55 persen, pihaknya optimis tahun ini jauh lebih meningkatkan drastis.

“KPU Kaltara optimis partisipasi pemilih bisa mencapai 77,5 persen pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur 2020 ini,” tutupnya. (RMA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *