Sentuhan Hangat Rahmadina: Membawa Wajah Baru Politik Perempuan di Kalimantan Utara

TARAKAN, Kalpress.ID – Bagi sebagian orang, politik sering kali diidentikkan dengan ruang sidang yang kaku, perebutan kekuasaan, atau debat yang meletup-letup. Namun, di tangan Rahmadina, S.Pd., M.Pd., narasi itu coba diubah. Ia ingin membawa politik ke ruang yang lebih hangat: ruang kelas, meja makan keluarga, dan lingkaran penguatan sesama perempuan.

Langkah baru itu resmi dimulai ketika angin segar berembus dari Musyawarah Wilayah Perempuan Bangsa PKB Kalimantan Utara (Kaltara) di Tarakan. Rahmadina, seorang akademisi dan pegiat isu sosial, dipercaya memegang tongkat estafet kepemimpinan sebagai Ketua DPW Perempuan Bangsa PKB Kaltara untuk masa bakti 2026–2031.

Terpilihnya sosok yang telah satu dekade mendedikasikan hidupnya di dunia pendidikan dasar ini seolah menjadi oase. Di tengah tuntutan zaman yang kian kompleks, pergerakan perempuan di Bumi Benuanta membutuhkan nakhoda yang tidak hanya pandai berorasi, tetapi juga fasih membaca data dan peka terhadap isu-isu akar rumput.

Dari Ruang Kelas Menuju Panggung Kebijakan

Sebagai penyandang gelar Magister Pendidikan Dasar, Rahmadina bukanlah orang baru dalam urusan pemberdayaan. Jauh sebelum namanya mencuat di panggung politik daerah, ia adalah sosok di balik layar berbagai gerakan sosial, mulai dari kampanye anti-bullying di sekolah-sekolah hingga seminar penguatan karakter perempuan.

Bagi Rahmadina, terjun ke politik melalui Perempuan Bangsa bukanlah bentuk beralih profesi, melainkan perluasan ruang pengabdian. Jika selama ini ia bergerak di ranah komunitas, kini ia membidik kebijakan publik yang lebih luas dan inklusif.

“Fokus kami ke depan adalah mengintegrasikan isu pendidikan, perempuan, dan politik. Saya percaya bahwa perempuan adalah tiang utama dalam membentuk karakter generasi masa depan yang cerdas dan berintegritas,” ungkap Rahmadina dengan binar mata optimis saat ditemui pasca-penetapan dirinya.

Merangkul Akar Rumput, Meruntuhkan Stigma

Tantangan di Kalimantan Utara tidaklah sederhana. Geografi wilayah yang luas dengan karakteristik masyarakat yang beragam menuntut strategi yang tak biasa. Rahmadina paham betul akan hal itu. Alih-alih membuat program kerja mercusuar yang muluk-muluk, ia memilih untuk memulai dari bawah (grassroots).

Ada tiga langkah taktis yang kini tengah ia persiapkan bersama tim formatur:

  • Menghidupkan Jaringan Desa: Memastikan kepengurusan Perempuan Bangsa aktif bergerak hingga ke tingkat ranting (desa/kelurahan).

  • Kolaborasi Lintas Sektor: Menggandeng pemerintah, pelaku UMKM, dan aktivis lokal untuk menyelesaikan masalah riil seperti kesehatan ibu-anak dan ekonomi keluarga.

  • Politik yang Edukatif: Mengikis stigma bahwa politik itu “kotor” atau “tabu” bagi perempuan melalui pendekatan dialogis yang humanis.

Menyongsong Babak Baru

Pelantikan resmi kepengurusan DPW Perempuan Bangsa Kaltara periode 2026–2031 kini sedang digodok dan dijadwalkan bakal digelar dalam waktu dekat. Acara tersebut rencananya akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan daerah, mulai dari tokoh adat, akademisi, hingga perwakilan pemuda.

Hari itu, di Tarakan, sebuah babak baru telah dimulai. Di bawah kepemimpinan Rahmadina, Perempuan Bangsa Kaltara tidak hanya bersiap menghadapi kontestasi politik, tetapi sedang merajut jalan panjang menuju perjuangan perempuan yang lebih edukatif, solutif, dan menyentuh hati.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *