DPRD Kaltara Soroti Nasib Pekerja Program Makan Bergizi Gratis yang Belum Tercover JKN

TARAKAN, Kalpress.ID – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal program strategis nasional. Tidak hanya fokus pada kualitas hidangan, DPRD Kaltara kini memperjuangkan hak dan perlindungan yang layak bagi para pekerja yang terlibat langsung dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah konkret ini diwujudkan melalui Rapat Kerja (Raker) bersama Badan Gizi Nasional dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Tarakan. Rapat yang digelar di Ruang Rapat Badan Penghubung Kalimantan Utara pada Jumat (19/06/2026) ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, H. Syamsuddin Arfah, serta dihadiri oleh Ketua, Sekretaris, dan jajaran anggota Komisi IV.

Bacaan Lainnya

Raker ini digelar sebagai respons cepat setelah legislatif menerima informasi bahwa sebagian besar pekerja di SPPG belum memperoleh perlindungan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Mirisnya, sejauh ini baru pimpinan dan koordinator SPPG saja yang terdaftar secara resmi dalam jaminan sosial tersebut.

Kondisi tersebut langsung memicu perhatian serius dari Komisi IV. Mengingat, para pekerja di lapangan merupakan garda terdepan yang memastikan program ini berjalan dengan sukses setiap harinya.

“Setiap tenaga kerja memiliki hak yang sama untuk memperoleh perlindungan jaminan sosial dan kesehatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kita tidak boleh mengabaikan kesejahteraan mereka yang bekerja di lapangan,” tegas jajaran Komisi IV DPRD Kaltara dalam pembahasan tersebut.

DPRD Kaltara pun mendorong seluruh pihak terkait, khususnya Badan Gizi Nasional dan pengelola SPPG Tarakan, untuk segera mengambil langkah konkret. Integrasi data pekerja harus dipercepat agar seluruh staf—tanpa terkecuali—mendapatkan hak perlindungan kesehatan JKN yang semestinya.

Melalui intervensi ini, Komisi IV DPRD Kaltara berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kalimantan Utara bisa menjadi percontohan yang ideal. Program ini diharapkan tidak hanya sukses memberikan manfaat nutrisi bagi masyarakat dan anak-anak sekolah, tetapi juga berhasil menjamin kesejahteraan, keselamatan, dan perlindungan bagi para pekerjanya. (adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *