Atensi Pemerataan Layanan Kesehatan, DPRD Tarakan Dorong Percepatan Pembangunan Puskesmas Baru

TARAKAN, Kalpress.ID — Akses pelayanan kesehatan tingkat dasar yang merata dan berkualitas terus menjadi fokus perjuangan DPRD Kota Tarakan. Pertumbuhan jumlah penduduk dan meluasnya kawasan pemukiman baru di Tarakan dinilai harus diimbangi dengan penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai agar tidak terjadi ketimpangan pelayanan di masyarakat.

Berdasarkan hasil pemetaan dan pembahasan berkala antara legislatif bersama Dinas Kesehatan setempat, kuantitas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Tarakan saat ini dinilai masih kurang. Akibatnya, beban pelayanan kesehatan pada beberapa unit Puskesmas eksisting menjadi sangat tinggi, yang berpotensi memicu penumpukan pasien dan menurunkan efisiensi layanan.

Ketua Komisi II DPRD Tarakan, Simon Patino, menegaskan bahwa penambahan fasilitas kesehatan tingkat dasar ini sudah sangat mendesak. Menurutnya, pemenuhan satu unit Puskesmas baru menjadi kunci strategis agar distribusi layanan tidak lagi berpusat di titik-titik tertentu saja, melainkan tersebar secara adil dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan warga tanpa terkendala jarak.

“Dari perhitungan yang disampaikan, memang masih kurang satu Puskesmas lagi. Ini perlu menjadi perhatian supaya pelayanan kesehatan bisa lebih merata ke masyarakat, tidak terpusat hanya di titik-titik tertentu saja,” ujar Simon Patino, Rabu (22/4/2026).

Simon menguraikan, penambahan Puskesmas baru ini bukan sekadar urusan membangun gedung fisik, melainkan investasi jangka panjang terhadap kualitas hidup masyarakat. Jika penambahan fasilitas ini terus ditunda, beban kerja para tenaga kesehatan akan semakin berat yang pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas waktu tunggu pasien, efektivitas penanganan medis, hingga optimalisasi sarana dan prasarana penunjang yang ada.

“Kalau tidak segera ditambah, beban pelayanan akan semakin tinggi. Ini bisa berdampak pada kualitas layanan, karena tenaga kesehatan juga memiliki keterbatasan dalam menangani jumlah pasien yang terus meningkat,” tambah Simon mengingatkan pentingnya langkah antisipasi sejak dini.

Merespons dorongan kuat dari pihak legislatif, Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Kesehatan memastikan bahwa rencana pembangunan Puskesmas baru tersebut sebenarnya telah masuk ke dalam dokumen perencanaan prioritas daerah. Lokasi pembangunannya pun sudah ditetapkan secara spesifik, yakni di kawasan samping SMA Negeri 5 Tarakan.

Kendati demikian, Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Tarakan, Irwan Yuwanda, mengungkapkan bahwa eksekusi fisik di lapangan masih terganjal oleh masalah pematangan lahan. Kondisi geografis lokasi yang saat ini masih berupa area rawa menuntut adanya proses penimbunan dan penataan teknis terlebih dahulu sebelum fondasi bangunan dapat didirikan.

Kesiapan lahan ini menjadi syarat mutlak dan krusial, mengingat skema pengajuan anggaran pembangunan ke pemerintah pusat mewajibkan status lahan yang sudah bersih dan siap bangun (ready to build). Aturan dari kementerian menggarisbawahi bahwa begitu anggaran diturunkan, proyek fisik harus bisa langsung dikerjakan tanpa ada kendala teknis lahan.

Dinas Kesehatan menegaskan komitmennya bahwa rencana penambahan fasilitas ini tidak dibatalkan. Saat ini, pemerintah daerah tengah berupaya keras memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan teknis—termasuk perencanaan matang terkait kebutuhan tenaga medis dan anggaran operasional—agar begitu kendala lahan teratasi, Puskesmas baru di samping SMA Negeri 5 Tarakan dapat segera beroperasi optimal untuk melayani masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *