Identik Dengan Warna Merah, Ini Beberapa Tahapan Sembahyang Umat Tionghoa

Tarakan, Kalpress – Meski masih dalam suasana pandemi Covid-19, Perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh tepat pada Selasa (01/02/2022) hari ini tetap digelar.
Tak ketinggalan, dekorasi perayaan Imlek dengan warna merah pun turut menghiasi Kelenteng Konghucu Toa Pek Kong yang terletak di jalan Imam Bonjol, Kelurahan Pamusian. Tak hanya itu, berbagai sudut rumah juga turut identik dengan warna merah.
Tibanya Perayaan Imlek, hal ini juga membuat masyarakat keturunan Tionghoa pun tengah bersuka-cita menyambutnya dengan berkumpul bersama keluarga.
“Penentuan penanggalan China jatuh hari ini, tanggal satu inilah ya dan sembahyang nya mulai kemarin dari pagi sampai jam 12 malam,” ungkap Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Tarakan, Ayi Diyanto, Selasa (01/02/2022).
Lanjutnya,”Saya batasi juga yang sembahyang ya 50 persen lah, dari total jumlah umat Tionghoa di Tarakan ada sekitar 600 orang. Kalau tahun 2020, 2021 kita tidak ada open house sama sekali, tapi tahun ini ada. Dengan catatan hanya untuk keluarga,” sambungnya.
Sementara itu, Ayi menjelaskan, terdapat sebanyak 7 tahapan yang dilakukan dalam persembahyangan tersebut.
“Pertama umat Tionghoa bermula dari arah depan pintu Kelenteng mulai membakar dupa dan membaca doa di depan pintu. Selanjutnya, memasuki pintu dan menuju meja sembahyang sembari mengangkat dupa dengan kedua tangannya hingga persis di depan kening, mengayun-ayunkannya, seraya menunduk berulang kali,” terangnya
“Untuk diluar itu dewa langit, kemudian ada ini penjaga kiri dan kanan, ada Tape Kong, ada Kwan Im, kemudian Dewa Perang dan Dewa Bumi. Untuk hari ini palingan di Kelenteng cuma bakar dupa saja, kita ada jeda satu hari, kita fokus silaturahmi keluarga dan sembahyang dilanjutkan besoknya bisa,” tutup Ayi. (*)
Editor: Redaksi Kalpress.id











