MALINAU, Kalpress.ID – Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Hendri Tuwi, menegaskan pentingnya langkah konkret pemerintah dan pihak terkait dalam memeratakan layanan listrik di Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Malinau. Ia menuntut agar desa-desa di kawasan terpencil tidak lagi dianaktirikan dalam hal pemenuhan kebutuhan energi dasar nasional.
Kesenjangan infrastruktur dinilai masih menjadi ganjalan utama bagi kemajuan masyarakat di perbatasan. Oleh karena itu, Hendri mendesak agar Desa Data Dian yang berfungsi sebagai ibu kota kecamatan segera mendapatkan prioritas penanganan.
Tidak hanya Data Dian, desakan serupa juga ditujukan untuk desa di sekitarnya. Wilayah Desa Metun dan Desa Sungai Anai dinilai harus segera mendapatkan layanan listrik PLN secara optimal sebagaimana yang telah dinikmati oleh wilayah lain di kawasan Apau Kayan.
Politisi ini mengingatkan agar instansi terkait tidak menutup mata terhadap disparitas pembangunan. Menurutnya, seluruh warga negara di wilayah perbatasan memiliki hak yang sama untuk menikmati fasilitas energi yang bersumber dari negara tanpa terkecuali.
“Jangan sampai ada ketimpangan pelayanan antarwilayah. Desa Data Dian, Metun, dan Sungai Anai juga harus mendapat akses listrik yang memadai,” tegas Hendri dengan lugas saat memberikan keterangan baru-baru ini.
Di sisi lain, perhatian khusus juga diarahkan pada wilayah yang memiliki tantangan geografis lebih ekstrem. Hendri secara spesifik menyoroti kondisi Desa Long Pipa dan Desa Long Sule yang letaknya berada cukup jauh dari pusat pemerintahan kecamatan.
Faktor jarak yang terisolasi tersebut diakui menjadi kendala utama dalam perluasan jaringan utama PLN. Sebagai solusi politis, ia mendorong penyediaan anggaran khusus guna membangun sistem kelistrikan lokal demi mewujudkan keadilan sosial bagi warga di kedua desa tersebut. (adv)









