Tanjung Selor, Kalpress.ID – Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Kalimantan Utara menekankan pentingnya reorientasi pengelolaan APBD agar berfokus pada penguatan fiskal, percepatan belanja modal, dan evaluasi kinerja OPD berbasis hasil.
Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kaltara Adinata Kusuma dalam pandangan umum fraksi terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 di Tanjung Selor menyatakan bahwa kebijakan fiskal daerah harus mampu memacu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga.
“Fraksi Golkar berpendapat bahwa arah pengelolaan APBD ke depan perlu lebih menekankan tiga hal. Pertama, penguatan kemandirian fiskal melalui peningkatan PAD yang terukur dan berkelanjutan. Kedua, percepatan realisasi belanja modal agar manfaat pembangunan segera dirasakan masyarakat. Ketiga, pengendalian dan evaluasi kinerja perangkat daerah berbasis hasil, bukan hanya serapan anggaran,” ujar Adi Nata.
Ia menjelaskan, alokasi belanja daerah hendaknya diprioritaskan pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar publik, seperti infrastruktur konektivitas, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dan peningkatan kualitas SDM.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap rupiah alokasi anggaran memberikan dampak nyata di lapangan.
“Pembangunan Kaltara tidak boleh hanya terlihat baik di atas kertas, tetapi harus terasa hadir dalam kehidupan masyarakat sehari-hari,” katanya.









