Tarakan, Kalpress.ID – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Vamelia Ibrahim, menyoroti keterbatasan alat antropometri di Kabupaten Tana Tidung (KTT). Ia mendorong agar dana pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Kaltara dapat digeser dalam anggaran perubahan untuk memenuhi kebutuhan alat ukur penanganan stunting tersebut.
Hal itu diungkapkan Vamelia saat menggelar rapat pembahasan program pembangunan dan penganggaran daerah bersama Dinas Kesehatan Kaltara di Tarakan, Jumat (11/9/2026).
“Misalnya kami anggota DPRD Provinsi, sekarang masalah dana aspirasi itu harus program strategis daerah dan kewenangan provinsi. Bisa enggak, ketika perubahan ini dana aspirasi saya geser ke sana untuk menutup kekurangan alat antropometri?” tegas Vamelia.
Berdasarkan data Kamus Pokok Pikiran DPRD 2027 dari Bapperida, Tana Tidung tercatat masih kekurangan 36 unit alat antropometri. Namun, Vamelia menilai kebutuhan riil di lapangan berpotensi lebih besar demi memaksimalkan pelayanan faskes.
Menanggapi usulan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara, Dr. Usman, SKM, M.Kes, menyambut baik. Ia menegaskan penyediaan alat antropometri tergolong program prioritas untuk menekan Angka Kematian Bayi (AKB) dan stunting.
Pihaknya tengah mengkaji skema nomenklatur agar pengalihan dana aspirasi provinsi tidak menabrak batas kewenangan tingkat kabupaten.
“Nanti kami lihat terkait nomenklaturnya seperti apa, supaya tidak terbentur kewenangan kabupaten. Support anggarannya bisa dikemas dalam bentuk bantuan keuangan ke kabupaten,” terang Usman.
Usman menambahkan usulan pengadaan via perubahan anggaran tersebut sangat memungkinkan untuk dibahas lebih lanjut, selama mengalkulasi kecukupan waktu proses pengadaan.









