Tarakan, Kalpress.ID – Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie melontarkan kritik pedas terkait maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Utara, khususnya Kabupaten Bulungan. Djufrie menyentil aparat kepolisian lantaran hingga kini belum ada pelaku pembakar lahan yang ditangkap.
“Sampai hari ini belum ada yang ditangkap. Mudah-mudahan Pak Kapolda bisa lebih serius dan fokus. Aturan dan undang-undang sudah ada, Perda kita tentang lingkungan dalam kawasan hutan juga sudah ada, tinggal dilaksanakan,” kata Djufrie, di Tarakan.
Djufrie menduga kuat pemicu utama munculnya titik api berasal dari aktivitas land clearing atau pembersihan lahan untuk perkebunan kelapa sawit. Menurutnya, modus ini terus berulang setiap tahun.
“Saya lihat ini kan dari tebangan sawit atau lahan sawit. Saya minta pemerintah, terutama pihak kepolisian, untuk menindak tegas oknum-oknum yang sengaja membakar sisa lahan untuk pembangunan sawit. Ini kan sudah berulang-ulang tiap tahun, pihak keamanan seharusnya sudah paham trik-trik pengusaha yang bermain di kawasan hutan,” tegasnya.
Ia meminta polisi tidak terkecoh dengan dalih klasik penyebab kebakaran. “Jangan sampai alasan klasik seperti puntung rokok dijadikan dalih, padahal sebenarnya bisa ditelusuri,” tambah politisi Gerindra tersebut.
Selain penegakan hukum, Djufrie menyoroti kendala BPBD di lapangan, mulai dari akses lokasi yang jauh hingga keterbatasan anggaran akibat efisiensi. Ia juga mengungkapkan bahwa kabut asap pekat yang menyelimuti Kaltara tak hanya berasal dari dalam daerah, tetapi juga kiriman dari Kabupaten Berau, Kaltim.









