DPRD Bulungan Kompak Berbusana Adat di Rapat Paripurna HUT Ke-65, Perkuat Semangat Budaya Lokal

Bulungan, Kalpress.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan menunjukkan kekompakan dan komitmennya terhadap pelestarian budaya lokal. Seluruh anggota dewan hadir dalam Rapat Paripurna istimewa memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Kabupaten Bulungan dengan mengenakan pakaian adat khas setempat. Pemandangan ini menciptakan nuansa khidmat sekaligus meriah di ruang sidang DPRD.

Ketua DPRD Bulungan, Riyanto, menegaskan bahwa penggunaan pakaian adat dalam agenda resmi peringatan HUT ini merupakan langkah nyata. Tujuannya adalah untuk merawat semangat tradisi lokal, adat istiadat, dan simbol kebudayaan yang dimiliki Kabupaten Bulungan. Menurut Riyanto, momen istimewa seperti HUT daerah adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan identitas budaya kepada masyarakat luas.

“Ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi wujud penghormatan kita terhadap warisan leluhur. Dengan kompak mengenakan pakaian adat, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bangga dan melestarikan kekayaan budaya Bulungan,” ujar Riyanto. Ia menambahkan, keputusan ini juga merupakan bagian dari upaya DPRD untuk memberikan contoh dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal.

Kehadiran para wakil rakyat dengan busana tradisional ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Penggunaan pakaian adat dalam rapat paripurna dianggap mampu memperkuat ikatan emosional antara pemerintah daerah dan masyarakat, serta menegaskan posisi Bulungan sebagai salah satu daerah yang kaya akan tradisi di Kalimantan Utara.

Selain menekankan aspek kebudayaan, Rapat Paripurna HUT ke-65 Bulungan ini juga menjadi momentum bagi DPRD untuk mengevaluasi dan merencanakan pembangunan ke depan. Para anggota dewan berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten dalam mewujudkan visi pembangunan yang selaras dengan nilai-nilai lokal dan kebutuhan masyarakat.

Dengan kompak berbusana adat, DPRD Bulungan berharap semangat perayaan ini tidak hanya berhenti pada formalitas rapat, tetapi benar-benar menjiwai setiap langkah pembangunan daerah. Langkah ini diharapkan menjadi pemicu bagi instansi lain dan masyarakat untuk semakin giat dalam menjaga dan mempromosikan keunikan budaya Bulungan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *