Hadapi Siklus Kekeringan September 2026, PDAM Tirta Alam dan Pemkot Tarakan Susun Langkah Darurat

TARAKAN, Kalpress.ID – Pemerintah Kota Tarakan bersama jajaran dan Perumda PAM Tirta Alam Tarakan menggelar Rapat Koordinasi dan Paparan Situasi Darurat Kekeringan guna merespons ancaman krisis air bersih yang melanda wilayah Kota Tarakan periode 15–25 September 2026.

Rapat koordinasi lintas sektor ini difokuskan untuk memetakan kondisi terkini ketersediaan air baku serta menyusun langkah-langkah penanganan darurat yang cepat, tepat, dan terukur demi meminimalkan dampak kekeringan terhadap pemenuhan kebutuhan harian masyarakat.

Direktur Utama Perumda PAM Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan, S.Pd., M.M., M.H., menyampaikan bahwa rapat ini menjadi momentum krusial untuk menyatukan langkah dan strategi penanganan krisis air di seluruh lini pemerintahan.

“Rapat koordinasi dan paparan situasi darurat kekeringan ini dilakukan untuk mengantisipasi serta memetakan kondisi krisis air bersih Kota Tarakan pada periode 15 hingga 25 September 2026,” ujar Iwan Setiawan usai menghadiri rapat koordinasi tersebut.

Iwan menjelaskan, keterbatasan curah hujan beberapa waktu terakhir berdampak signifikan terhadap penurunan debit air baku di sejumlah embung dan bendungan utama. Melalui koordinasi ini, PDAM Tirta Alam menyusun serangkaian skema penanganan, mulai dari rekayasa pengaliran, optimalisasi pengerukan pasokan air baku, hingga pengoperasian armada tangki air untuk wilayah yang mengalami penghentian distribusi sementara.

“Langkah bersama ini sangat penting untuk memastikan ketersediaan pasokan air bersih tetap terjaga, sekaligus mengoptimalkan pelayanan bagi seluruh warga Kota Tarakan selama masa darurat kekeringan ini,” tambahnya.

PDAM Tirta Alam Tarakan juga terus mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan hemat, serta menampung air saat cadangan pengaliran masih beroperasi normal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *