Embung Mengering, PDAM Tirta Alam Tarakan Terapkan Skema Penggiliran Distribusi ke Pelanggan

TARAKAN, Kalpress.ID — Penurunan intensitas curah hujan di wilayah Kota Tarakan berdampak serius terhadap ketersediaan pasokan air baku di sejumlah embung penampungan milik Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan. Menyusutnya debit air secara signifikan memaksa pihak pengelola untuk mengambil langkah penyesuaian operasional guna menjaga keberlangsungan distribusi air bersih.

Kondisi kering yang melanda wilayah ini menyebabkan penurunan kapasitas produksi di beberapa Instalasi Pengolahan Air (IPA) unggulan. Akibatnya, pasokan air bersih yang disalurkan melalui jaringan perpipaan ke rumah-rumah warga tidak dapat berjalan maksimal secara terus-menerus selama 24 jam seperti biasanya.

Sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman krisis air bersih yang lebih parah, Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan menyiapkan skema penggiliran distribusi air. Kebijakan pengaturan jadwal alir ini dirancang agar seluruh area pelanggan tetap bisa mendapatkan akses air bersih secara bergiliran dan merata.

“penerapan skema penggiliran ini merupakan opsi terbaik yang harus diambil di tengah keterbatasan cadangan air baku di embung. Dengan membagi jadwal penyaluran berdasarkan zona atau wilayah pelayanan, tekanan air diharapkan dapat menjangkau titik-titik pelanggan yang berada di area ketinggian maupun ujung jaringan”, jelas Dirut PDAM Tarakan, Iwan Setiawan, Senin (07/09/2026).

Pihak PDAM mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pelanggan terdampak untuk rajin memantau pengumuman resmi mengenai jadwal penutupan dan pembukaan aliran air di wilayah masing-masing. Informasi jadwal penggiliran akan disebarluaskan secara berkala melalui media sosial dan saluran komunikasi resmi perusahaan.

Selain itu, para pelanggan sangat disarankan untuk memanfaatkan momen saat air mengalir dengan menampung air bersih secukupnya untuk kebutuhan harian. Langkah efisiensi dan penghematan penggunaan air baku menjadi hal yang sangat krusial dilakukan oleh setiap rumah tangga selama periode cuaca kering ini berlangsung.

Manajemen Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat pemberlakuan sistem giliran ini. Pihaknya terus berdoa dan berharap hujan dengan intensitas tinggi dapat segera turun di area penangkapan air sehingga pasokan air baku kembali normal dan layanan distribusi dapat dipulihkan secara penuh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *