Tarakan, Kalpress.ID – Kawasan Wisata Taman Berkampung berubah menjadi lautan warna dan semarak kebudayaan saat Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) IV Kota Tarakan resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud IS. Perhelatan tahunan ini menjadi wujud komitmen kuat Pemerintah Kota Tarakan dalam merawat, melestarikan, sekaligus mempromosikan kekayaan seni dan tradisi daerah kepada khalayak luas.
Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan partisipasi aktif dari berbagai perwakilan daerah serta paguyuban yang hidup berdampingan di Kota Tarakan. Acara ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, jajaran perangkat daerah, lembaga adat, hingga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tarakan, Ny. Hj. Sitti Rujiah, S.Keb., Bdn.
PKD IV dirancang sebagai wadah apresiasi inklusif bagi para pelaku seni, budayawan, dan paguyuban untuk terus berkreasi. Melalui panggung ini, keberagaman suku dan budaya yang ada di Tarakan ditunjukkan sebagai simbol keharmonisan serta identitas kebangsaan yang kokoh.
Tak hanya menyuguhkan pertunjukan seni tradisi yang memukau, ajang ini makin semarak dengan hadirnya 26 stan kuliner khas dari berbagai daerah. Kehadiran stan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk mencicipi sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan rasa kuliner Nusantara.

Bunda PAUD Kota Tarakan yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Tarakan, Ny. Hj. Sitti Rujiah, S.Keb., Bdn., memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya ajang edukatif dan kultural ini. Menurutnya, festival kebudayaan seperti PKD IV memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anak-anak sejak usia dini.
“Mengenalkan seni, tradisi, dan ragam kuliner Nusantara kepada anak-anak sejak dini adalah langkah krusial agar mereka tidak kehilangan akar budayanya. Di tengah arus modernisasi, anak-anak perlu melihat dan merasakan langsung indahnya keberagaman yang kita miliki,” ujar Hj. Sitti Rujiah di sela-sela kegiatan.
Ia berharap melalui PKD IV, semangat pelestarian budaya dapat terus diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi muda. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha mikro, dan lembaga adat diharapkan terus terjaga demi menjadikan Tarakan sebagai kota yang maju namun tetap teguh memegang nilai-nilai kearifan lokal.









