Sambut Kunker Pangdam VI/Mulawarman, Yonif 614/Raja Pandhita Disuguhi Tarian Dayak hingga Marching Band

MALINAU, Kalpress.ID — Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si. didampingi sejumlah perwira melakukan kunjungan kerja sekaligus memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit Yonif Khusus 614/Raja Pandhita pada Selasa malam (1/9/2026).

Kedatangannya disambut hangat Komandan Batalyon Infanteri Khusus 614/Raja Pandhita (Danyonif 614/RJP), Letkol Inf. Ary Prasetiawan, S.I.P., M.I.P. dan sejumlah perwira Yonif serta seluruh prajurit 614/raja Pandhita. Kemudian disambut dengan tarian Dayak selamat datang dan dilanjutkan dengan trandisi internal Yonif khusus 614/Raja Pandhita dari grup marching band.

Dalam arahannya, Pangdam VI Mulawarman menyampaikan pesan mendalam tentang kepemimpinan, kerendahan hati, kolaborasi, dan ketelitian dalam menjalankan tugas.

Pangdam memulai dengan mengapresiasi prestasi yang telah diraih dari berbagai wilayah,pimpinan sampai bawahan. Dari komandan sampai prajurit. “Di mana pun kalian berada, kalian mampu memberikan yang terbaik. Dari bawah pun muncul ide-ide cemerlang, inovasi-inovasi baru yang sangat berharga,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap prajurit adalah pemimpin bagi orang lain. Saat menghadapi masalah, harus berani masuk menyelesaikannya, bukan menghindar. Namun, tidak boleh sombong, tidak boleh merasa paling hebat. Justru kolaborasi yang menjadikan kita kuat dan menjadi pemenang dalam segala hal.

“Rezeki tidak pernah melihat pangkat, kedudukan, jabatan, asal sekolah, atau status pekerjaan. Yang dilihat adalah takwa, baik kepada Yang Maha Kuasa maupun sesama manusia. Ketika kalian berbuat baik, kalian akan mendapat balasan yang baik pula,” tegas Pangdam.

Pangdam memberi contoh tokoh-tokoh besar bangsa seperti Presiden, Panglima TNI, Kapolri yang berangkat dari keluarga sederhana namun berakhlak baik. “Itulah fondasi kebesaran mereka. Kalian pun demikian. Bersyukurlah dengan apa yang kalian miliki. Jangan merasa muda lalu sombong atau arogan. Ingat: jika kalian hancur, bukan hanya kalian yang hancur, tapi juga nama baik institusi dan orang-orang yang percaya pada kalian,” ujarnya

Pangdam juga mengingatkan agar tidak sembarangan bertindak, apalagi meniru kelakuan tidak terpuji di media sosial. Setiap langkah dalam melaksanakan tugas harus diawali dengan pertanyaan: apakah ini baik? Apakah ini benar? Bagaimana situasinya? Harus ada perhitungan yang matang, tidak boleh asal tabrak.

“Kalian dilatih untuk menang, baik dalam pertempuran maupun tugas negara. Kemenangan yang diraih dengan perhitungan dan kebijaksanaan akan membawa dampak besar bagi orang banyak. Sebaliknya, kesalahan karena kelalaian atau kesombongan akan merugikan banyak pihak,” tambahnya.

Pangdam menutup dengan pesan agar seluruh prajurit menjadi orang yang baik kepada siapa pun kebaikan adalah modal utama. “Hidup ini adalah proses belajar tanpa henti belajar, berlatih, lalu melatih yang lain. Tetaplah rendah hati, tetaplah bersatu, dan teruslah melangkah dengan perhitungan yang matang.” tukasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *