Kondisi Embung Mulai Kritis, Perumda Tirta Alam Tarakan Imbau Warga Bijak Gunakan Air

TARAKAN, Kalpress.ID – Perumda Tirta Alam Kota Tarakan memastikan pasokan dan distribusi air bersih kepada pelanggan secara umum masih berjalan normal selama 24 jam penuh. Meski demikian, dampak dari cuaca panas dan musim kemarau panjang yang melanda Kota Tarakan dalam beberapa pekan terakhir mulai mempengaruhi ketersediaan debit air baku di sejumlah embung penampungan.

Manager Produksi/Operasional Perumda Tirta Alam Tarakan, Sunarto, mengungkapkan bahwa kondisi ketersediaan air tanah dan embung penampungan di beberapa titik kini telah memasuki fase kritis akibat ketiadaan curah hujan yang signifikan. Kebutuhan pasokan harian yang tinggi berbanding terbalik dengan intensitas hujan yang minim, sehingga menurunkan volume cadangan air secara bertahap.

Sunarto menjelaskan, salah satu lokasi penampungan yang mengalami penyusutan paling tajam adalah Embung Kampung Satu / Persemaian. Debit air di embung tersebut tercatat terus menyusut signifikan hingga mendekati ambang batas titik hisap pompa produksi, yang berpotensi menghentikan operasional pengolahan apabila penurunan terus berlanjut tanpa pasokan hujan dalam beberapa hari ke depan.

Guna mengantisipasi penurunan debit di titik-titik kritis tersebut, pihak Perumda Tirta Alam mengoptimalkan pengalihan pasokan air baku dari lokasi embung lain yang status penampungannya masih berada pada level aman, seperti Embung Bengawan. Langkah rekayasa penyaluran antar-embung ini dilakukan untuk menopang wilayah pasokan yang mengalami defisit pasokan air baku.

Selain melakukan penyesuaian teknis operasional di lapangan, Perumda Tirta Alam terus memantau pergerakan level permukaan air secara berkala setiap hari. Skema redistribusi dan optimalisasi instalasi pengolahan air (IPA) disiagakan penuh agar pasokan air ke rumah-rumah warga tetap dapat terjaga tanpa harus memberlakukan sistem pengaliran bergilir secara luas.

Menghadapi situasi kemarau ini, Sunarto mengimbau seluruh masyarakat dan pelanggan PDAM di Kota Tarakan untuk lebih bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih. Pelanggan diharapkan dapat memprioritaskan penggunaan air baku untuk kebutuhan pokok rumah tangga harian, serta menghindari pemborosan air.

Ia juga menyarankan warga untuk mulai menyiapkan penampungan air mandiri di rumah masing-masing sebagai langkah antisipasi. Dengan kesadaran bersama dalam menghemat penggunaan air, Perumda Tirta Alam berharap ketersediaan air bersih di Kota Tarakan dapat terus mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat hingga musim penghujan kembali tiba.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *