MALINAU, Kalpress.ID – Perjumpaan hangat di Pasar RT 20 Malinau Kota (Malkot) setelah berlalunya aktivitas jual beli menjadi semangat baru.
Di bawah temaram lampu malam, jajaran kursi yang tertata rapi dipenuhi oleh warga dan para pedagang yang sengaja meluangkan waktu untuk menghadiri agenda reses Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Agus Salim.
Pertemuan tatap muka yang digelar malam hari ini menjadi ruang yang tenang bagi konstituen untuk menyampaikan langsung jeritan hati mereka tanpa mengganggu waktu mencari nafkah di siang hari. Dalam dialog tersebut, isu penataan lingkungan, khususnya manajemen pengelolaan sampah dan kebersihan area pasar, menjadi poin utama yang mendominasi pembahasan.
Mendengar langsung masukan dari warga yang duduk melingkar bersamanya, legislator dari Partai Gerindra ini sepakat bahwa pasar tradisional merupakan aset vital daerah. Walaupun aktivitas pasar rehat di malam hari, kondisi kebersihan yang ditinggalkan harus tetap terjaga demi menyambut perputaran ekonomi esok pagi.
“Pasar merupakan pusat aktivitas masyarakat setiap hari. Kebersihan tentu harus dijaga dengan ketat agar pedagang dan pembeli merasa nyaman saat fajar kembali menyingsing dan aktivitas dimulai,” ujar Agus Salim.
Dalam kesempatan tersebut, Agus Salim juga memberikan edukasi regulasi yang sangat informatif.
Ia menjelaskan kepada warga bahwa tata kelola operasional pasar tradisional merupakan ranah wewenang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, bukan Pemerintah Provinsi.
Namun, duduk sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi tidak membuatnya membatasi diri untuk membantu konstituennya.
-
Fasilitas Makro: Aspirasi akan dicatat untuk bahan evaluasi program kerja di tingkat provinsi.
-
Koordinasi Daerah: DPRD Provinsi berkomitmen menjembatani dan mengomunikasikan keluhan warga langsung kepada Pemkab terkait agar segera dieksekusi.
“Jika kewenangannya berada di tingkat kabupaten, tentu akan kami bantu komunikasikan secara intensif dengan pemerintah daerah setempat supaya aspirasi malam ini bisa langsung mendapat atensi nyata,” jelasnya secara lugas.
Selain fokus pada penanganan sampah, warga yang hadir malam itu juga menitipkan harapan terkait peningkatan fasilitas umum lainnya di kawasan pasar agar lebih tertata rapi.
Menutup pertemuan malam itu, Agus Salim mengapresiasi antusiasme warga yang tetap hadir memberikan masukan di waktu istirahat mereka. Ia menegaskan bahwa seluruh poin aspirasi telah dicatat dan siap dikawal secara bertahap dalam agenda pembahasan bersama pemerintah. (adv)









