Melalui Literasi DigitalCegah Propaganda Gerakan Radikalisme dan Intoleransi

Tarakan, Kalpress – Perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih, pemanfaatan sosial media sebagai salah satu alternatif dalam mempermudah komunikasi dan penyebaran suatu informasi yang dapat diakses oleh masyarkat. Pemanfaatan sosial media kerap kali menjadi sarana propaganda dan penyebaran ideologi radikalisme dan intolreransi oleh pelaku kejahatan transnasional.
Propaganda dan penyebaran ideologi di sosial media terus berlangsung karena regulasi dan penegakan hukum di Indonesia hingga saat ini baru bisa melakukan penindakan terhadap serangan teroris dan pendanaan terorisme. Masih terdapat celah hukum berkaitan dengan penggunaan internet untuk tujuan terorisme.
Kampus merupakan sarana vital penyebaran paham deradikalisasi dan program deradikalisasi terhadap pemikiran serta perilaku keagamaan ekstrim perlu mempertimbangkan keterlibatan seluruh unsur akademis di perguruan tinggi. Pada umumnya, di perguruan tinggi kebijakan merespon kelompok radikalisme lebih bersifat preventif, pencegahan kelompok mahasiswa dari organisasi / kelompok radikal.
Menanggapi problematika diatas Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Tarakan melaksanakan seminar nasional dengan tema “Menakar Bahaya Laten Gerakan Radikalisme dan Intoleransi sebagai upaya menjaga keutuhan Berbangsa dan Bernegara” yang diisi oleh Asisten Staf Khusus Milenial Presiden Gus Romzi Ahmad yang juga merupakan wakil ketum Umum SIBERKREASI, selain itu Bapak Muhammad Arbain dan Bapak Yasser Arafat yang merupakan dosen di Universitas Borneo Tarakan.
“Komitmen kebangsaan bersama serta peningkatan cinta tanah air dan bangsa menjadi spirit awal deradikalisasi serta menjadi tanggungjawab seluruh elemen masyarakat,” ujar nizam ketua pc.pmii kota tarakan.
“Gaya baru penyebaran Ideologi Radikalisme dan intoleransi yang memanfaatkan sosial media menjadi tantangan selanjutnya bagi seluruh kelompok karna gerakan yang dilakukan tidak mudah terdeteksi dan mampu menjangkau semua sisi sehingga perlu adanya literasi Digital tentang Deradikalisasi secara berkelanjutan” Lanjutnya.
Kegiatan dihadiri sebanyak 50 peserta terdiri dari kelompok cipayung plus kota tarakan, ketua ketua BEM se Kota Tarakan dan Ketua Ketua BEM Fakultas Se- Universitas Borneo Tarakan.












