Tingkatkan Kualitas Pendidikan & Kesehatan di Kaltara, RSUD Tarakan Dukung Upaya UBT Hadirkan Prodi Kedokteran

Tarakan, Kalpress — Upaya membuka Program Studi Kedokteran di Universitas Borneo Tarakan (UBT) telah memasuki babak baru dan memberikan harapan akan terealisasinya program tersebut.
Dalam hal ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kaltara siap menjadi rumah sakit pendukung jika nanti Universitas Borneo Tarakan (UBT) membuka fakultas kedokteran. Nantinya, dengan hadirnya program studi tersebut, dapat meningkatkan dan menunjang kualitas pendidikan dan kesehatan di Kalimantan Utara.
Demikian hal tersebut disampaikan Direktur RSUD Tarakan, dr Franky Sientoro Sp.A saat di konfirmasi Kalpress.id (11/11/2021).
“RSUD Kaltara selalu mendukung dan optimis untuk menghadirkan Prodi Kedokteran di UBT, hal ini juga berguna untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan di Kaltara,” terangnya
Lanjutnya,”Untuk saat ini prodi untuk bidan dan perawat sudah ada. Tapi untuk kedokteran belum ada, oleh karena kita terus mendukung untuk diadakan,” tambah dia
Selain itu, dikatakan Franky, tentunya dengan menghadirkan prodi tersebut perlu melibatkan banyak pihak, seperti pertemuan yang dilakukan Rektor UBT dan Gubernur Kalimantan Utara, serta Ketua DPRD Kalimantan Utara dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dan Dirjen Dikti beberapa waktu lalu.
Kendati begitu, lanjut Franky, upaya mendapatkan izin juga ada standar dasarnya. Standar dasar ini juga masih tahap awal, banyak fasilitas, tempat pendidikan, jumlah masyarakat dan jumlah kasus yang turut menentukan.
“Karena pendidikan kedokteran menyangkut nyawa manusia sehingga harus memiliki kompetensi yang benar. Minimal pengetahuan sertifikat dasar, sebagai standar dasar untuk seorang sebelum menjadi dokter,”
Dijelaskannya, RSUD Tarakan sebagai satu-satunya rumah sakit pendidikan, nanti akan menjadi tempat praktik. Namun, diketahui RSUD yang statusnya masih UPTD umum. Sedangkan, Standar Rumah Sakit Pendidikan ialah menyandang status tipe A.
“Saat ini masih UPTD umum. Sehingga perlu dipertahankan akreditasi saat ini, untuk ditingkatkan statusnya menjadi Tipe B Umum, jadi perlunya peningkatan penelitian di rumah sakit dan fasilitas untuk melayani kasus yang ada di masyarakat, harus bertambah,”
Franky yang merupakan ketua IDI Katara ini, menuturkan, RSUD Kaltara bersedia membantu proses belajar mengajar di UBT, jika Fakultas Kedokteran tersebut telah hadir.
“Saat ini saya juga membantu mata kuliah keperawatan, jika sudah hadir prodi tersebut, sebagian besar teman-teman di RSUD Tarakan bersedia menjadi tenaga pengajar. Tetapi sebelum menjadi tenaga pendidik, semua tenaga medis juga harus mendapatkan ilmu tambahan,” tandasnya. (*)
Editor: Redaksi Kalpress.id











