Masjid Modern Multimanfaat, Sediakan Makanan Bagi Pelajar Hingga Masyarakat Isoman

Masjid Hujan As-Salam.

Masjid Modern Multimanfaat, Sediakan Makanan Bagi Pelajar Hingga Masyarakat Isoman

Masjid Hujan As-Salam.

Tarakan, Kalpress — Masjid Hujan Assalam mungkin sudah tidak asing di kalangan masyarakat dan sering kali menjadi pembicaraan di kalangan pemuda milenial, masjid yang unik dan bergaya modern ini sudah aktif dalam menjalankan kegiatan sosial dan baru berdiri sejak 2 tahun terakhir di Kota Tarakan. Didirikannya Masjid Hujan Assalam ini membuktikan bahwa pemuda di Kota Tarakan ini sangat kreatif dan peduli terhadap tempat ibadah terkhusus nya tempat ibadah umat Muslim yaitu Masjid.

Bacaan Lainnya

Mempunyai 3 pendiri yang masing-masing dari kalangan pemuda dan mempunyai latar belakang yang bermacam macam. Akhirnya masjid Hujan Assalam hadir membawa berkah dan kebaikan bagi masyarakat. Masjid yang terletak di pertengahan turunan bukit ini mempunyai kegiatan rutin yaitu membagikan bantuan makanan bagi masyarakat Isoman, membagi beras setiap bulan kepada warga sekitar masjid sampai menjamin makanan pelajar di luar negeri yang tidak mampu.

Rezky Seftiansyah Putra, Presiden Masjid Modern Hujan Assalam menerangkan, awal didirikannya Masjid ini karena mereka teringat pesan atau nasehat dari seorang guru atau bisa di sebut kyai mereka, setelah itu mereka berinisiatif untuk mendidirikan Masjid Assalam yang bertujuan untuk menyiarkan wajah islam dalam memberikan kebaikan pada semua orang.

“Jadi awalnya kami mendirikan masjid ini bertiga, saya dan teman saya seorang dosen dan satunya lagi polisi. karena kami mendapat nasehat dari seorang guru kami, Kyai lah, kalau membangun peradaban, kita tidak bisa lagi membangun wadah lain tapi harus bangun masjid. Jadi akhirnya kami bertiga ini nyari-nyari tempat mau membangun masjid, ternyata diwakafkan tanah ini,”ujarnya kepada Kalpress.id (16/08/2021).

“Masjid ini dulu milik pribadi seseorang, dulunya ini mushola. Setelah orangnya meninggal dan mushola ini tidak terurus, akhirnya diwakafkan dengan kami. Akhirnya kami buat yayasan namanya hujan As-salam. Akhirnya semua kegiatan kita itu, di Masjid,”sambungnya.

Masjid yang didirikan pada Desember 2019 ini, awal mulanya hanya berkegiatan mengantar sembako, akan tetapi di perjalanan mereka mengantar sembako mereka kerap kali menemukan anak usia sekolah yang di suruh untuk bekerja akhirnya mereka berinisiatif untuk membuat pesantren guna menampung anak-anak yang kurang mampu.

“Dalam perjalannya dari kegiatan antar bantuan sembako, kita banyak menemukan anak usia sekolah tapi disuruh kerja. itu kita berpikir bagaimana lembaga pendidikannya, akhirnya singkat cerita, 31 Juli 2020, kita buat pesantren di belakang masjid,”imbuhnya.

“Kami menampung 34 santri secara gratis, dibiayai oleh masjid ini. Di belakang ini ada gedung belajarnya dan asrama. Totalnya ada 12 kamar di sana. Kondisi santri ada yang yatim piatu, ada yang orangtuanya tinggal di Kota dan ada juga yang mampu. Ketika orangtua yang mampu mau bersedekah untuk kegiatan belajar kita terima. Tapi kita tidak mewajibkan juga,”tuturnya.

Bagi pria dari empat orang anak tersebut, masjid Hujan Assalam sendiri memiliki makna filosofi ialah menjunjung tinggi persatuan dalam memberikan kebaikan bagi semua mahkluk.

“Jadi masjid ini dibangun dari awal kita niatnya memang niatnya untuk membantu orang sebanyak-banyaknya tanpa terkecuali latar belakang agamanya. Makanya namanya hujan As-salam. Karena filosofi hujan ini tidak jatuh sendiri tapi berjamaah dan As-salam artinya kebaikan dan keberkahan. Jadi dengan melakukan sesuatu secara berjamaah maka kita bisa memberikan keberkahan pada orang lain,”Terangnya.

Selain menjadi rumah ibadah bagi umat Muslim, Masjid Hujan Assalam ini mempunyai niat yang sangat mulia yaitu berbagi dengan siapa saja yang membutuhkan, seperti menyediakan makanan berat setiap harinya.

“Jadi masjid As-salam ini bukan hanya milik masyarakat sekitar sini tapi milik semua ummat. Setiap hari kami menyediahkan makanan, siapa saja boleh datang makan. Baik orang yang mau sholat maupun tidak tetap bisa makan,”

“Pintu masjid tidak pernah dikunci dan memang kami tidak sediakan pengunci. Dengan maksud siapa saja boleh datang dan kapan saja dia mau. Kami juga tidak pernah mematikan lampunya jadi masjid ini terang 24 jam. Siapa pun mau datang, terlepas dari urusan ibadah atau tidak silahkan, masjid ini terbuka untuk siapa saja,”pungkasnya.

 

Penulis : Herliansyah

Editor : Redaksi Kalpress.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *