Nunukan, Kalpress.ID – Kondisi fisik dermaga di Pelabuhan Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung, Kabupaten Nunukan, mendapat sorotan tajam dari DPRD Kalimantan Utara (Kaltara). Kerusakan pada struktur bangunan pelabuhan perbatasan ini dinilai sangat membahayakan dan membutuhkan penanganan secepatnya.
Fasilitas yang menghubungkan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut memegang peranan amat vital dalam pergerakan warga. Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran serta keselamatan arus transportasi laut setempat.
Anggota DPRD Kaltara, Arming, menegaskan bahwa PLBL Liem Hie Djung merupakan salah satu simpul transportasi paling sibuk di Nunukan. Saban hari, pelabuhan ini melayani tingginya pergerakan penumpang antarwilayah hingga rute internasional.
Melihat kondisi di lapangan, Arming mendesak pemerintah daerah—khususnya Dinas Perhubungan Kaltara—untuk segera mengambil langkah konkret. Penanganan infrastruktur ini menyangkut langsung aspek keselamatan dan kenyamanan pelayanan publik bagi warga Nunukan.
“Ini menyangkut pelayanan publik di Kabupaten Nunukan. Lalu lintas manusia dengan volume besar salah satunya terjadi di wilayah PLBL ini,” tegas Arming.
Sebagai tindak lanjut, Komisi III DPRD Kaltara berencana memanggil Dinas Perhubungan Provinsi Kaltara dalam waktu dekat. Langkah koordinasi awal bahkan sudah dibangun bersama Kepala Dinas untuk memetakan teknis perbaikan.
Selain evaluasi fisik, pembahasan mendatangkan agenda krusial terkait pengalokasian anggaran penanganan. DPRD Kaltara berencana mengusulkan pembiayaan docking bagi dua dermaga di kawasan PLBL Liem Hie Djung agar operasional pelabuhan kembali optimal.









