Tarakan, Kalpress.ID – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Dino Andrian, mengkritik keras adanya kendala pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit pemerintah. Dino menegaskan, garda terdepan kesehatan harus mampu memberikan rasa aman dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Kritik ini mencuat setelah Dino menerima aduan langsung dari seorang warga yang sempat dipersulit saat hendak mendapatkan penanganan medis darurat. Akibat pengalaman buruk tersebut, sang pasien mengaku trauma dan enggan kembali berobat ke sana.
“Sepanjang pemahaman saya, tidak seharusnya ada pasien yang merasa ditolak di fasilitas pelayanan kesehatan. Baik rumah sakit maupun puskesmas, keselamatan pasien harus menjadi prioritas,” ujar Dino kepada wartawan, pekan ini.
Respons Cepat dan Evaluasi Total
Politisi Kaltara ini menjelaskan bahwa dirinya langsung bergerak cepat mengomunikasikan persoalan tersebut kepada manajemen rumah sakit terkait. Usai dikoordinasikan, pasien akhirnya diminta kembali ke IGD dan telah mendapatkan penanganan medis yang semestinya.
Meski masalah konkret pasien tersebut sudah selesai, Dino menilai trauma psikologis yang dialami warga tidak bisa dianggap sepele. Kejadian ini dinilai mempertaruhkan reputasi pelayanan publik.
“Pasien ini mengaku sudah trauma. Dia khawatir mengalami hal yang sama sehingga memilih tidak kembali ke IGD. Hal seperti ini tentu menjadi perhatian bersama,” cetusnya.
Ia mendesak agar seluruh rumah sakit pemerintah di Kaltara memberikan pelayanan yang cepat, jelas, dan memberikan kepastian. Setiap keluhan warga wajib dijadikan bahan evaluasi berkala demi mendongkrak kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bumi Benuanta.









