JAKARTA, Kalpress.ID – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi insan perusahaan guna membangun organisasi yang adaptif, inovatif, dan tangguh menghadapi dinamika industri energi global masa depan.
Komitmen strategis tersebut dipaparkan langsung oleh Vice President Human Capital Pertamina Drilling, Abimanyu Suryadi, S.T., M.B.A., saat hadir sebagai pembicara utama dalam ajang Indonesia Coaching Conference (ICC) 2026 yang berlangsung di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6).
“Kami merancang strategi transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) ini secara khusus agar seluruh lini organisasi siap menjawab tantangan transisi dan dinamika industri energi yang kian kompetitif,” ujar Abimanyu dalam keterangannya di Jakarta.
Tiga Pilar Human Capital dan Budaya Kerja
Dalam konferensi yang mengusung tema “Coaching The Next Human Transformation: Leader Transformation” tersebut, Abimanyu mengungkapkan bahwa pengembangan kapasitas pekerja di lingkungan Pertamina Drilling tidak lagi sekadar berfokus pada peningkatan kompetensi teknis semata.
Perusahaan kini meletakkan fondasi utama pada tiga pilar transformasi, yaitu:
-
Budaya Kerja Berbasis Coaching dan Mentoring: Menggunakan pendekatan terstruktur untuk melejitkan potensi serta talenta terbaik individu.
-
Pengembangan Kepemimpinan Masa Depan: Menyiapkan kader-kader pemimpin baru yang berwawasan inklusif.
-
Penguatan Nilai DEI (Diversity, Equity, and Inclusion): Mengintegrasikan prinsip keberagaman, kesetaraan, dan inklusi di seluruh lingkungan kerja perusahaan.
“Melalui program coaching dan mentoring yang disusun secara terstruktur—mulai dari pemetaan kebutuhan, pelatihan coach, pelaksanaan sesi, hingga evaluasi dampak—kami memastikan esensi dari transformasi ini benar-benar terwujud nyata,” kata Abimanyu menegaskan.

Inovasi Tata Kelola Berbasis Digital
Guna mendukung efektivitas tata kelola perusahaan (corporate governance) serta keberlanjutan bisnis, Pertamina Drilling juga memamerkan sejumlah inovasi teknologi mutakhir.
Inisiatif digital terintegrasi yang mulai diterapkan secara masif antara lain:
-
D-Library: Sistem manajemen pengetahuan (knowledge management) internal yang terintegrasi.
-
ODIMS: Aplikasi pemantauan digital untuk optimalisasi pengelolaan tenaga kerja alih daya.
-
Audit Pro: Platform digital yang dirancang untuk menunjang efektivitas serta transparansi pengawasan tata kelola perusahaan.
Selain itu, manajemen terus memacu budaya inovasi berkelanjutan melalui skema Continuous Improvement Program yang diwadahi dalam Drilling Innovation Forum (DIF). Program internal ini tercatat telah sukses melahirkan berbagai terobosan yang meraih penghargaan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Optimalisasi Demografi Pekerja Muda
Menutup pemaparannya, Abimanyu memberikan gambaran komprehensif mengenai peta demografi pekerja Pertamina Drilling. Saat ini, fokus utama perusahaan tertuju pada program retensi talenta terbaik, akselerasi pengembangan pemimpin muda, serta peningkatan keterwakilan perempuan dalam posisi kepemimpinan strategis.
Melalui partisipasi aktif dalam Indonesia Coaching Conference 2026, anak usaha ekosistem Pertamina ini kembali memperkuat posisinya sebagai pionir dalam mencetak SDM unggul, berintegritas, dan adaptif, selaras dengan arah transformasi industri energi global yang kian dinamis.









