TARAKAN, Kalpress.ID – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Kalimantan Utara melaksanakan program pelatihan digital bertajuk “AI Ready ASEAN” secara daring guna meningkatkan literasi Kecerdasan Artifisial (KA) bagi pelajar tingkat menengah atas dan mahasiswa di provinsi tersebut.
“Keberhasilan program AI Ready ASEAN ini menjadi tonggak penting bagi Kalimantan Utara dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap teknologi,” kata Ketua Mafindo Kalimantan Utara Dr. Nurasikin, S.HI., M.H., CPM, saat dihubungi dari Tarakan.
Nurasikin menjelaskan, pelatihan digital yang diikuti oleh 280 peserta dari kalangan siswa SMA/SLTA sederajat dan mahasiswa se-Kaltara ini bertujuan untuk mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial secara etis, kritis, dan bertanggung jawab.
Langkah ini juga sekaligus mendukung visi nasional dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.
Program “AI Ready ASEAN” sendiri merupakan kelanjutan kemitraan strategis antara ASEAN Foundation dan Google.org yang diselenggarakan di 10 negara anggota ASEAN, dengan target membekali keterampilan AI kepada lebih dari 5,5 juta warga regional. Di Indonesia, Mafindo bertindak sebagai salah satu mitra implementasi pembelajaran (Learning Implementation Partner).
Dalam pelatihan yang berlangsung interaktif melalui platform Zoom tersebut, para peserta dibekali pemahaman materi yang mencakup empat modul utama.
Keempat modul tersebut meliputi AI Fundamental mengenai konsep dasar kecerdasan buatan, AI Usage & Implementation terkait pemanfaatan praktis untuk produktivitas, AI Ethics, Privacy & Security yang menekankan aspek keamanan data dan etika digital, serta Teaching About AI yang diperuntukkan bagi pelatih utama (Master Trainer).
Selain menerima pemaparan teori, peserta juga melakukan praktik langsung melalui program Campaign One Hour Code serta pengisian latihan mandiri pada akun Learning Management System (LMS) ASEAN Foundation.
Melalui penguasaan literasi teknologi yang komprehensif ini, Mafindo Kaltara berharap para peserta didik tidak hanya mampu menangkap peluang digital, tetapi juga memiliki kesiapan dalam menyaring informasi serta menangkal penyalahgunaan teknologi AI di masa depan.
Pelaksanaan kelas intensif tersebut dipandu oleh empat fasilitator lokal, yakni Borohim Harahap, Alma Morino, Muammar, dan Aswan, dengan koordinasi di bawah Rahmatan selaku penanggung jawab kegiatan.





