TARAKAN, Kalpress.ID – Guna memastikan keselamatan pasien dan mempertahankan standar pelayanan medis yang tinggi, Komite Keperawatan Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tarakan menggelar kegiatan Refresh Skill Keperawatan. Pelatihan penyegaran ini secara khusus memfokuskan pada akurasi penilaian Glasgow Coma Scale (GCS) bagi seluruh tenaga perawat di lingkungan rumah sakit milik Pemerintah Kota Tarakan tersebut.
Penilaian GCS merupakan alat ukur standar yang sangat krusial dalam praktik klinis. Melalui indikator respons mata (eye), verbal, dan motorik, metode ini menjadi garda terdepan bagi perawat untuk menilai tingkat kesadaran pasien secara objektif. Akurasi dalam pemeriksaan ini sangat vital, terutama pada unit-unit krusial seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang intensif (ICU), serta layanan perawatan saraf.
Tujuan utama dari penyegaran kemampuan ini adalah meningkatkan kepekaan perawat dalam mendeteksi penurunan kesadaran pasien secara dini. Dengan penilaian GCS yang tepat, perawat dapat mengenali perburukan kondisi neurologis pasien secara cepat. Langkah responsif ini memungkinkan tim medis memberikan intervensi secara langsung sebelum kondisi pasien memasuki fase kritis, baik pada kasus cedera otak traumatis maupun akut.
Selain sebagai deteksi awal, pemantauan GCS yang dilakukan secara berkala berfungsi untuk melacak tren perkembangan kondisi pasien, apakah mengalami perbaikan atau justru penurunan tingkat kesadaran dari waktu ke waktu. Data objektif yang dihasilkan dari penilaian ini menjadi dasar pengambilan keputusan klinis yang krusial bagi kolaborasi dokter dan perawat dalam menentukan rencana asuhan keperawatan selanjutnya. Lebih jauh lagi, skala GCS juga berfungsi sebagai indikator prognosis untuk memprediksi hasil akhir atau kemungkinan mortalitas pada pasien dengan sakit kritis atau trauma.
Direktur RSU Kota Tarakan, dr. Joko Haryanto, memberikan dukungan penuh atas inisiatif yang diambil oleh Komite Keperawatan ini. Beliau menegaskan bahwa kompetensi teknis seperti ketepatan menilai GCS berdampak langsung pada keselamatan pasien (patient safety).
“Ketepatan seorang perawat dalam menilai GCS sangat memengaruhi kualitas layanan dan keselamatan pasien di rumah sakit kita. Kemampuan menggunakan instrumen Gasiw Coma Scale ini secara presisi akan sangat menentukan keberhasilan penanganan medis dasar dan lanjutan. Oleh karena itu, manajemen RSU Kota Tarakan berkomitmen mendukung penuh kegiatan peningkatan kapasitas seperti ini demi memberikan mutu pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Tarakan,” ujar dr. Joko Haryanto.
Melalui kegiatan In House Training dan Refresh Skill berkala seperti yang terdokumentasi dalam berkas RSU Kota Tarakan (2).jpeg, para perawat terlihat antusias memperagakan kembali teknik pemeriksaan langsung pada pasien simulasi. Dengan penyegaran ini, seluruh tenaga keperawatan di RSU Kota Tarakan diharapkan dapat terus mempertahankan performa klinis yang tajam, cepat, dan akurat di lapangan.









