Tarakan, Kalpress.ID – Kolaborasi Fakultas Kedokteran Universitas Borneo Tarakan (FK UBT) dan FKIK Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali berlanjut. Kali ini, kedua kampus menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMP Negeri 10 Tarakan, Sabtu (1/8/2026).
Acara yang diikuti 116 siswa kelas IX ini fokus pada edukasi pencegahan anemia, kesehatan reproduksi, hingga pemeriksaan antropometri (tinggi/berat badan, lingkar lengan, perut, dan panggul).
Koordinator Prodi Sarjana Kedokteran FK UBT, Dr. dr. Tri Astuti Sugiyatmi, M.P.H., mengungkapkan edukasi kesehatan reproduksi sangat krusial diberikan kepada remaja di era derasnya arus informasi media sosial. Pasalnya, isu kesehatan reproduksi sering kali dianggap tabu oleh masyarakat.
“Kurangnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dapat meningkatkan risiko perilaku seksual berisiko, pernikahan usia dini, hingga kehamilan pada usia yang belum siap. Kondisi tersebut berpotensi melahirkan bayi dengan risiko stunting,” kata Tri Astuti.

Di tempat yang sama, Ketua Prodi Kedokteran Program Sarjana FKIK ULM, Dr. dr. Ida Yuliana, M.Biomed., menyebut kegiatan ini merupakan realisasi dari kerja sama yang diteken sejak 2025 lalu. Jika sebelumnya kolaborasi banyak berpusat di dalam kampus, kini dikembangkan ke tengah masyarakat.
“Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi bentuk nyata pengembangan kolaborasi melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 17,” jelas Ida.
Kepala SMPN 10 Tarakan, Ibrahim, S.Sos., M.Pd., menyambut positif hadirnya tim medis dari FK UBT dan FKIK ULM. Ia berharap edukasi kesehatan ini tidak berhenti di sini dan bisa menjadi program berkelanjutan di sekolahnya.










