TARAKAN, Kalpress.ID – Pemerintah Kota Tarakan bergerak cepat untuk memperluas akses pendidikan di wilayah pinggiran. Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., menegaskan komitmennya untuk mempercepat proyek pembangunan sekolah terintegrasi di Kelurahan Mamburungan Timur.
Langkah taktis ini dibahas langsung dalam rapat koordinasi (rakor) lintas sektor yang digelar di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tarakan, Kamis (22/6/2026). Rakor tersebut memfokuskan strategi penyelesaian legalitas lahan serta kelengkapan dokumen pendukung agar proyek strategis ini bisa segera dieksekusi.
Kawasan Pendidikan Terpadu SMP dan SMA
Wali Kota Tarakan mengungkapkan bahwa Pemkot Tarakan telah mengamankan aset lahan potensial di Mamburungan Timur. Lahan ini nantinya akan disulap menjadi kawasan pendidikan terpadu yang mengintegrasikan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu klaster.
Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan akses sekolah negeri yang merata sekaligus mempermudah masyarakat dalam sistem zonasi di masa mendatang.
“Pembangunan sekolah terintegrasi ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Tarakan. Karena itu, seluruh pihak terkait diharapkan dapat mempercepat proses administrasi dan persiapan pembangunan,” tegas dr. Khairul di hadapan jajaran OPD dan pihak BPN.
Target Hibah dan Sertifikasi Juni 2026
Untuk memuluskan rencana tersebut, Pemkot Tarakan menargetkan proses sertifikasi lahan menjadi prioritas utama. Seluruh dokumen yang diperlukan untuk proses hibah lahan dipastikan rampung pada akhir Juni 2026 ini agar tidak menghambat tahapan konstruksi fisik.
Tidak hanya urusan infrastruktur dan tanah, Pemkot Tarakan juga sudah menyiapkan rencana matang terkait operasional sekolah. Wali Kota menjamin kesiapan pasokan tenaga pendidik (guru) berkualitas hingga kepala sekolah yang kompeten saat fasilitas pendidikan terpadu ini resmi beroperasi.
Sinergi Lintas Sektor
Keseriusan Pemkot Tarakan dalam menggolkan proyek ini terlihat dari hadirnya jajaran pejabat kunci dalam rapat tersebut. Tampak hadir Plt Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, hingga Kepala DPMPTSP Tarakan.
Melalui sinergi erat bersama BPN Tarakan, hambatan teknis dan administratif terkait lahan diharapkan dapat diurai dengan cepat demi masa depan pendidikan anak-anak di Kota Tarakan.









