TARAKAN, Kalpress.ID – Udara khas pesisir Kelurahan Pantai Amal hari itu terasa berbeda. Di dalam ruang kelas TK Negeri Pantai Amal, Kota Tarakan, keriuhan anak-anak prasekolah pecah bukan karena mainan baru, melainkan oleh kehadiran sekelompok kakak mahasiswa dari Universitas Terbuka (UT) Tarakan. Hari itu, mereka datang membawa misi sederhana namun mendalam: menanamkan fondasi karakter bersih, sehat, dan kreatif sejak usia dini.
Melalui program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Edukasi Kebersihan dan Pengembangan Kreativitas Anak sebagai Upaya Pemberdayaan Usia Dini”, ruang kelas disulap menjadi arena petualangan yang interaktif. Sadar bahwa dunia anak adalah dunia bermain, para mahasiswa mengemas edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) lewat pendekatan yang penuh warna dan jauh dari kesan kaku.
Riang Membasuh Tangan, Setia Menjaga Bumi
Petualangan dimulai ketika anak-anak diajak berbaris di depan wastafel. Dengan mata berbinar, jemari mungil mereka mulai mempraktikkan langkah-langkah mencuci tangan yang benar. Mulai dari membasahi tangan, menggosok sabun hingga berbusa, hingga membersihkan sela-sela jari secara detail. Gelak tawa pun sesekali terdengar saat busa sabun melingkari tangan-tangan kecil mereka.
Tidak berhenti di situ, kepedulian terhadap bumi juga diajarkan lewat cara yang sangat membumi. Anak-anak dikenalkan pada konsep memilah jenis sampah, membuangnya tepat di tempatnya, hingga diajak menjaga area bermain mereka agar tetap asri. Lewat kebiasaan kecil ini, para mahasiswa sedang menyuntikkan rasa tanggung jawab lingkungan ke dalam memori masa kecil mereka.
Puas bermain dengan air dan sabun, keceriaan berpindah ke meja gambar. Di sinilah imajinasi anak-anak dibebaskan. Melalui coretan krayon dan goresan warna-warni di atas kertas mewarnai, mereka distimulasi untuk menuangkan kreativitas, sekaligus melatih fokus dan kemampuan motorik halus yang sangat krusial di usia prasekolah.

Angin Segar bagi Sekolah
Pendekatan yang ceria dan sarat edukasi ini terbukti ampuh mencuri perhatian anak-anak. Metode belajar sambil praktik langsung ini dirasakan sebagai angin segar yang sangat efektif untuk membentuk kebiasaan positif yang baru di lingkungan sekolah.
Kepala TK Negeri Pantai Amal, Saminem, S.Pd, tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan bahagianya. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap civitas akademika UT Tarakan yang telah meluangkan waktu dan energi untuk menyambangi anak didiknya.
”Anak-anak tidak hanya belajar teori edukasinya, tetapi langsung praktik dengan gembira. Kegiatan ini sangat membantu program sekolah dalam membentuk karakter siswa,” ungkap Saminem dengan senyum sumringah.
Jejak Bakti Tridharma di Pesisir Tarakan
Bagi UT Tarakan, agenda sosial ini bukan sekadar aktivitas musiman, melainkan cerminan nyata dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya poin pengabdian kepada masyarakat. Kampus berkomitmen untuk terus mengalirkan ilmu pengetahuan agar bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh warga sekitar.
Namun, manfaat terbesar sejatinya mengalir ke dalam diri para mahasiswa itu sendiri. Berdiri di depan puluhan anak usia dini menuntut mereka untuk melatih kesabaran ekstra, mengasah ilmu komunikasi, dan terampil mengelola kegiatan di lapangan. Pengalaman di pesisir Pantai Amal ini menjadi catatan bakti yang luar biasa—sebuah bukti bahwa ruang belajar mahasiswa tidak melulu bersekat dinding kelas, melainkan membentang luas di tengah masyarakat yang membutuhkan.









