Tarakan, Kalpress.ID – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Alam Tarakan bergerak cepat menangani pencemaran limbah oli di aliran sungai sumber air baku Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kampung Bugis, Jumat (8/5/2026).
Sebagai langkah antisipasi, PDAM segera menutup intake dan membuka dua pintu dam guna mencegah oli masuk ke sistem produksi. Petugas IPA Kampung Bugis, Wawa Liu, menyatakan pengurasan sungai terus dilakukan hingga kondisi air benar-benar steril.
“Intake dimatikan sementara sampai sungai bebas limbah. Operasional akan menyesuaikan kondisi lapangan,” jelas Wawa.
Meski operasional terganggu, PDAM menjamin air yang sudah mengalir ke rumah pelanggan tetap aman dikonsumsi. Hal ini dikarenakan limbah oli berhasil dicegah sebelum masuk ke tahap pengolahan.

Di sisi lain, dampak sabotase atau kelalaian lingkungan ini diperkirakan sangat besar. Manager Produksi PDAM Tarakan, Sunarto, S.M., mengungkapkan bahwa insiden ini merugikan sekitar 10 ribu pelanggan.
“Kami memprediksi kerugian mencapai ratusan juta rupiah karena pelayanan sangat terganggu,” tegas Sunarto.
Menyikapi kejadian ini, pihak manajemen telah resmi melaporkan dugaan pencemaran tersebut ke pihak kepolisian pada Jumat malam dengan menyertakan barang bukti berupa sampel air dan rekaman video. Masyarakat pun diimbau tetap tenang selama proses pemulihan sungai berlangsung.









