TARAKAN, Kalpress.ID – Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola transportasi perkotaan yang modern dan ramah lingkungan. Keberlanjutan proyek pembangunan serta pembenahan infrastruktur jalan di Kota Tarakan kini tidak hanya berfokus pada kelancaran konektivitas, tetapi juga diarahkan sebagai langkah nyata menuju penerapan mobilitas hijau (green mobility).
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tarakan, Ahmady Burhan, S.STP., M.H., mengungkapkan bahwa integrasi antara pembangunan fisik jalan dan penyediaan fasilitas transportasi berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menekan emisi karbon perkotaan. Menurutnya, pembenahan jaringan jalan harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur pendukung yang ramah lingkungan guna merespons pertumbuhan volume kendaraan di Tarakan.
“Keberlanjutan proyek jalan di Tarakan ini dirancang bukan sekadar untuk memperlancar arus lalu lintas, melainkan bagian dari transformasi jangka panjang menuju sistem transportasi yang ramah lingkungan. Kami terus menyelaraskan penataan rute jalan dengan penyediaan sarana keselamatan dan kenyamanan bagi para pengguna jalan,” ujar Ahmady Burhan saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026).
Ahmady menjelaskan, penerapan konsep mobilitas hijau tersebut direalisasikan melalui sejumlah program strategis Dishub Tarakan. Di antaranya adalah optimalisasi fasilitas penunjang jalan seperti penerangan jalan umum berbasis hemat energi, perbaikan penanda serta marka jalan, hingga penyediaan ruang bagi pejalan kaki dan lintasan yang aman bagi pengguna kendaraan non-motor.
Selain penataan infrastruktur jalan raya, pihak Dishub Tarakan juga tengah menyiapkan integrasi moda transportasi publik yang lebih ramah lingkungan dan efisien. Langkah ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk secara bertahap beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum, sehingga kepadatan di ruas-ruas jalan utama dapat terurai dengan optimal.
“Kami menyadari bahwa mewujudkan mobilitas hijau membutuhkan sinergi yang kuat antara kesiapan infrastruktur, kesadaran masyarakat, serta dukungan lintas sektor. Oleh karena itu, setiap proyek pengembangan jalan yang berjalan saat ini selalu mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan dampak lingkungannya bagi Kota Tarakan,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Ahmady Burhan optimistis bahwa keberlanjutan proyek jalan berbasis mobilitas hijau ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kualitas hidup masyarakat. Selain menciptakan sistem lalu lintas yang tertib dan aman, pembenahan ini diharapkan menjadikan Tarakan sebagai kota pulau yang berdaya saing, modern, dan tetap menjaga kelestarian lingkungannya.









