Kaltara, Kalpress.ID – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Wilayah Kalimantan Utara menyatakan penolakan tegas terhadap wacana penetapan mantan Presiden Soeharto sebagai Pahlawan Nasional. Penolakan ini dikeluarkan menyusul kekhawatiran bahwa langkah tersebut akan mencederai nilai-nilai demokrasi dan melukai hati korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat di masa lampau.
Bagi LMND Kaltara, wacana untuk mengangkat Soeharto sebagai pahlawan merupakan bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai reformasi yang telah diperjuangkan, sekaligus menjadi penghinaan terang-terangan terhadap para korban dan keluarga yang terdampak oleh kekejaman rezim Orde Baru. Mereka menilai Soeharto bukan simbol kepahlawanan, melainkan representasi dari kekuasaan otoriter yang berlangsung selama lebih dari tiga dekade.
“Kita tidak bisa menutup mata terhadap fakta sejarah. Di bawah rezim Soeharto, ribuan aktivis ditangkap, disiksa, dan dibunuh. Demokrasi dibungkam, rakyat dipaksa tunduk pada kekuasaan yang korup dan militeristik,” tegas Heris, Ketua LMND Wilayah Kalimantan Utara, dalam keterangan persnya.
LMND Kaltara menyoroti bahwa selama masa kekuasaan Soeharto, terjadi banyak kasus pelanggaran HAM, perampasan tanah rakyat, dan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) besar-besaran yang merugikan negara dan masyarakat luas. Mereka berpendapat bahwa figur yang bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan tidak pantas untuk diagungkan sebagai pahlawan bangsa.
Kelompok mahasiswa ini menilai bahwa pemerintah seharusnya menghormati dan menjunjung tinggi sejarah perjuangan rakyat yang melawan tirani. Mereka meminta agar pemerintah tidak mengambil keputusan yang justru mengukuhkan figur yang telah menindas rakyat dan membungkam kebebasan berpendapat.
Lebih lanjut, LMND Kaltara memperingatkan bahwa penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional akan menjadi preseden yang sangat buruk bagi pendidikan sejarah bangsa Indonesia. Langkah ini berpotensi besar untuk mengaburkan ingatan kolektif generasi muda terhadap kejahatan politik dan kekejaman yang terjadi di masa pemerintahan Orde Baru.
Oleh karena itu, LMND Kaltara menyerukan kepada seluruh elemen gerakan mahasiswa, organisasi rakyat, dan masyarakat sipil di seluruh Indonesia untuk bersatu dalam satu suara. Tujuannya adalah menolak segala upaya glorifikasi atau pemuliaan terhadap tokoh-tokoh yang terbukti menodai demokrasi dan kemanusiaan.
“Pahlawan sejati adalah mereka yang berjuang bersama rakyat, bukan mereka yang menindasnya,” tutup Heris, Ketua LMND KALTARA, menekankan kembali komitmen mereka untuk menjaga nilai-nilai reformasi dan keadilan.












