Di Tarakan Minim Pendonor Plasma Konvalesen, Hampir Sebulan Kantong Darah di Rumah Sakit Kosong

dr. Ardilla Utari Dewi Kasi Penjaminan Mutu PMI (Palang Merah Indonesia) Kota Tarakan.

Di Tarakan Minim Pendonor Plasma Konvalesen, Hampir Sebulan Kantong Darah di Rumah Sakit Kosong

dr. Ardilla Utari Dewi Kasi Penjaminan Mutu PMI (Palang Merah Indonesia) Kota Tarakan.

Tarakan, Kalpress — Darah plasma konvalesen adalah penggunaan cairan plasma darah mengandung antibodi SARS-CoV-2 yang berasal dari penyintas sebagai pengobatan bagi pasien Covid-19.

Bacaan Lainnya

Di Tarakan, darah plasma konvalesen sangat di butuhkan namun pendonor darah plasma masih sangat minim yang dimana perkembangan nya saat ini memang sangat dibutuhkan. Dalam hal ini, disampaikan langsung oleh dr. Ardilla Utari Dewi Kasi Penjaminan Mutu PMI (Palang Merah Indonesia) Kota Tarakan.

“Sampai saat ini yang berhasil sesuai data kita itu sekitar 25 sampai 26 orang, untuk satu pendonor itu untuk satu pasien, disini berkasnya 31 orang tapi tidak semua lolos.” Ungkapnya pada kalpress.id saat ditemui di kantor PMI kota Tarakan (30/08/2021).

Lanjutnya, selain pendonor plasma yang minim, kantong darah di rumah sakit juga menjadi kendala sampai saat ini, karena keterbatasan kantong darah ini menjadi calon pendonor harus menunggu lagi adanya kantong darah tersebut untuk proses pengambilan.

“Ini sudah ada beberapa yang lolos seleksi karena kantong darahnya di rumah sakit itu belum ada jadi itu yang membuat terkendala, kita sudah punya list pendonor yang siap tetapi kantong darah di RSUD itu kosong sudah hampir sebulan, suratnya itu tertanggal 9 Agustus” Tambahnya.

Beberapa pasien terpapar yang membutuhkan darah plasma ini, akan diperiksa secara khusus oleh dokter atau tenaga kesehatan yang menanganinya.

“Untuk seberapa pentingnya plasma konvalesen ini dokter yang menangani yang tahu, tetapi memang menurut penelitian itu beberapa pasien yang diberikan plasma memberikan efek baik terhadap penyembuhannya” tuturnya.

dr. H. Edi Samodro Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Tarakan.

dr. H. Edi Samodro, salah satu orang penyintas Covid-19 yang pernah merasakan terapi Plasma Konvalesen mengatakan, sangat efektif dan dapat memberi perubahan drastis pada tubuhnya. Sehingga pasca menjalani perawatan plasma konvalesen, badannya terasa kembali sehat.

“Saat saya penyintas Covid-19, dalam proses perawatan Rumah Sakit menawarkan terapi Plasma Konvelesen, kemudian kami menyetujuinya, dan setelah menjalani terapi plasma konvalesen saya merasa segar sekali,” imbuhnya, (30/08/2021).

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Tarakan ini juga berharap, masyarakat penyintas Covid-19 dapat lebih banyak mendonorkan darahnya untuk memberi kesembuhan bagi pasien yang sedang menjalani perawatan. Sehingga dalam hali dapat meminimalisi angka kematian akibat Covid-19.

“Saya berharap penyintas covid-19 dapat berbondong melakukan donor darah. Sehingga kita dapat lebih banyak membantu orang dan mengurangi angka kematian,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ahmadnurmansyah
Editor : Redaksi Kalpress.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *