Genose Bukan Rekomendasi? Ini Tanggapan dr. Wira Penyedia Genose-19 Kaltara

Genose Bukan Rekomendasi? Ini Tanggapan dr. Wira Penyedia Genose-19 Kaltara

Bacaan Lainnya

Tarakan, Kalpress – Persyaratan perjalanan dengan menggunakan transportasi umum kembali diperketat, namun syarat tidak lagi diberlakukan untuk Genose 19.

Alat tes pendeteksi virus Covid-19 ini telah dihapus sementara, atau bukan lagi rekomendasi dari Kemenkes RI sebagai persyaratan bepergian yang harus dikantongi oleh penumpang.

Melihat hal ini, Dr. Wiranegara Tan selaku penyedia layanan Genose mengungkapkan fakta masyarakat yang sebelumnya lebih memilih tes Genose-19 sempat menuai animo yang sangat tinggi.

“Kalau masyarakat kepercayaan nya sangat tinggi ya kemarin pas tanggal 4 aja saya sampai tutup pun mereka minta semua, karena mereka tahu, bahkan ada yang membatalkan tiket berangkatnya karena gak mau antigen yang dicolok hidung.”

Bukan masalah tidak akuratnya, lanjut Wira dirinya merasa tes Genose lebih akurat karena saya langsung membaca sebagai ahli medis yang sudah mengerti tentang garisan, “tekanan tulisan-tulisan itu saya paham” tuturnya kepada kalpress.id via telepon, Senin (05/07/2021)

Lebih jauh, mantan Direktur RSUD Tarakan ini menjelaskan CT Value yang terdapat dalam Genose-19 mencapai angka 12, artinya sangat memungkinkan untuk mendeteksi.

“Begini kalau orang antigen positif terus dia PCR pasti hasilnya juga negatif namun, kalau antigen negatif periksa PCR pun bisa positif ya artinya bagaimana tingkat pemeriksaan itu yang paling diagnosis adalah PCR”.

“Tapi jangan salah juga, kalau kita baca sensitifitasnya itu kalau PCR bagus dia sampai 9,kalau Genose itu sampai 12 makanya mereka selalu protes kenapa Genose itu banyak yang positif-positif, nah itu dia cepat terbaca kalau antigen berapa cuma 0.9 rendah sekali” Imbuh Wira

Wira juga sedikit merasa kecewa karena Genose adalah produk bangsa yang seharusnya dibanggakan untuk mengantisipasi virus dunia ini.

“Sayang sebenarnya ya, ini produk anak bangsa kita, masa tidak mau diperhatikan. Sekarang Singapura dan India aja sudah meniru seperti Indonesia dengan bernafas saja tesnya, kita kalahnya cuma satu belum dapat release dari Universitas Independen. Masyarakat internalnya jangan juga begitu, kalau beberapa pakar iri sama pendapat mau protes tapi tidak bisa menciptakan tidak bisa memberi masukan itu sangat fatal”.

Kendati demikian, Wira mengakui tetap mendukung program pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Kota Tarakan.

Untuk diketahui saat ini pemerintah hanya memperbolehkan masyarakat yang hendak bepergian keluar daerah menggunakan alat tes Swab Antigen dan Swab RT – PCR yang diharapkan keakuratannya memenuhi standar pendeteksi Covid-19.

 

Penulis : Endah Agustina

Editor : Redaksi Kalpress.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *