Datangkan Dari Luar, Pemerintah Jamin Kesehatan Hewan Kurban

Datangkan Dari Luar, Pemerintah Jamin Kesehatan Hewan Kurban

Bacaan Lainnya

Tarakan, Kalpress – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2021, hewan kurban kembali menjadi primadona incaran umat Muslim.

Namun, masyarakat hendaklah mengetahui tata cara penyembelihan dan kesehatan hewan kurban yang akan disantap pada situasi pandemi saat ini.

Menanggapi hal ini, Ir. Elang Buhana, M. Si selaku Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan menjelaskan, ternak kali ini didatangkan langsung dari Gorontalo yang sudah melewati uji seleksi bebas dari penyakit hewan.

“Dari peternakan dan kesehatan hewan Gorontalo Utara beliau sudah berkunjung kesini dan kami juga ingin memastikan untuk jaminan stok dan kebutuhan di Kota Tarakan dan mungkin akan menindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama dengan Gorontalo” Tuturnya pada Kamis (01/07/2021).

“Kenapa Gorontalo karena memang kita pernah mendatangkan dari Sulawesi Selatan, namun pernah ada penyakit brucellosis ya itu penyakit yang bisa menyebabkan keguguran, bisa pada manusia bisa pada hewan jadi sementara kita ambil dari Gorontalo di samping aman dan cepat” Imbuhnya.

Elang juga mengungkapkan, bahwa jumlah hewan ternak di tahun ini mencapai angka 1.500 ekor dan untuk harga daging yang akan dijual masih terbilang normal.

“Untuk penyembelihannya kalo di RPH (Rumah Potong Hewan) semua memang tidak mampu karena diperkirakan lebih dari 1000 sapi dan kambing juga 500 lebih,”

Untuk harga lanjut Elang, harga di Tarakan Rp.130 ribu perkilogram, sementara untuk per ekornya tergantung besar dan kecilnya dari Rp. 12 Juta, Rp. 21 Juta bahkan sampai dengan yang besar ada yang mencapai 28 sampai dengan Rp 30 Juta.

Sementara untuk kesehatan hewan kurban Idul Adha, kali ini akan kembali menjadi prioritas utama pemerintah.

“Kirim hewan ternaknya melalui tol laut dan berlabuh di Pelabuhan Malundung dan disitu juga ada tenaga medis tenaga kesehatan hewan. Memeriksa hewan tersebut dari karantina maupun Dinas Ketahanan Pangan yang kita distribusi kan secara antemortem”.

Artinya sebelum disembelih, kesehatan hewan terjamin karena sudah diambil sampel darah untuk cek kesehatan, kemudian tim khusus terus melakukan pengawasan peredaran daging kurban tugasnya melihat dafing melihat organ-organ dalamnya.

“Nantinya juga akan ada JULEHA (Juru Sembelih Halal) dari MUI itu pelatihan pesertanya nanti dari masjid-masjid kemudian dari kami sampaikan juga tentang penyakit-penyakit yang berbahaya”.

 

Penulis : Endah Agustina

Editor : Redaksi Kalpress.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *