Kebersihan, Keindahan, dan Tata Kota Menjadi Tantangan Tarakan Menuju Little Singapore

Kebersihan, Keindahan, dan Tata Kota Menjadi Tantangan Tarakan Menuju Little Singapore

Bacaan Lainnya

Tarakan, Kalpress – Little Singapore adalah sebutan yang disematkan Pemerintah Kota Tarakan untuk bumi Paguntaka mendatang.

Namun, sebutan ini nampaknya masih belum dapat terlaksana jika masyarakat kota Tarakan kurang sadar akan tata letak kota yang sudah ditetapkan Pemerintah Kota Tarakan dan Dinas Terkait.

Dalam hal ini Walikota Tarakan, dr. Khairul, M. Kes menuturkan bahwa untuk kendala terbesar saat ini ialah Pedagang Kaki Lima.

“Ya Little Singapore, ya tapi itu pedagang kaki lima di jalanan terutama yang sangat terlihat di area Mulawarman itu juga sudah saya minta dengan pak Kasat Pol PP supaya jangan sampai ada yang jualan dipinggir jalan lagi, trotoar inikan untuk pejalan kaki kota ini harus indah jangan sampai kumuh, kita sudah bikin trotoarnya bagus-bagus ditempati untuk jualan” (01/06/2021).

Khairul juga menambahkan bahwa Pemkot Tarakan telah menyediakan fasilitas tempat untuk berjualan berupa taman-taman.

“Jualan kan tempatnya sudah kita siapin kok, untuk PK5 ada taman-taman silahkan masuk supaya kita bisa tata jaga kebersihan, ijinitasnya juga bisa dikontrol kalau diluar begitukan susah kita kontrol, kalau secara sporadis kita bisa lakukan sampling untuk melihat, kebersihan juga kami jaga karena terkonsentrasi petugas kita sewakan cleaning service” Ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Hanip Matiksan menegaskan bahwa penertiban ini sudah lama berlangsung sekaligus menghimbau kepada PK5 untuk menaati aturan yang telah ditetapkan.

“Kita sudah lama rutin kita tertibkan setiap sore atau malam selama trotoar di Mulawarman sudah jadi, jadi saya memerintahkan ke petugas kalau ada yang menggunakan jalan untuk berjualan itu ditegur itu PK5, maupun banner banner dan yang jualan masker itukan saya beri peringatan dua kali kalau masih bandel saya suruh angkut jualankan buat pernyataan kalau masih lagi kita tepiringkan”.

“Jadi kita juga sudah beri kebijakan yang jelas tu tidak boleh jualan ditepi jalan dan menggunakan trotoar itu tidak boleh sama sekali, jadi pak wali juga sudah memberikan tempat untuk berjualan PK5 dan juga pedagang musiman” Tutupnya.

 

 

Penulis : Endah Agustina

Editor : Redaksi Kalpress.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Taman taman kok dikhususkan untuk berjualan, benar2 tidak punya estetika keindahan kebersihan sama sekali