Belum Ada Titik Terang, Massa Berjanji Kembali Besok Agenda Blokade Jalan Masuk Intraca

Belum Ada Titik Terang, Massa Berjanji Kembali Besok Agenda Blokade Jalan Intraca

Bacaan Lainnya

Tarakan, Kalpress – Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Federasi Kebangkitan Buruh Indonesia (FKUI) Koordinator Daerah Kaltara bersama Aliansi Gebrak berhasil memasuki perusahaan PT. Intracawood setelah kurang lebih 4 jam melakukan orasi dan negosiasi dengan tim keamanan antara lain Kepolisian dan Security, Kamis (20/05/2021).

Pihak perushaaan menemui Aliansi Gebrak dengan beberapa penjelasan mengenai penunggakan BPJS Ketenagakerjaan yang terjadi di PT. Intracawood Manufacturing

Manager HRD Intraca, Haryanto menjelaskan, bahwa permasalahan terjadi salah satunya dikarenakan pandemic Covid-19.

“Permasalahan covid inilah yang mengganggu stabilitas ataupun cashflow yang terjadi didalam perusahaan. Karena barang yang kami jual adalah barang yang tergantung dari luar negeri” Jelasnya.

Haryanto menegaskan kepada massa, bahwa penunggakan yang terjadi di perusahaan akan tetap diupayakan untuk dilunasi, namun memerlukan waktu.

“Proses saat sekarang ini bukannya perusahaan tidak memiliki niat baik kami sudah berusaha untuk menyicil. Tetapi dengan situasi dan kondisi perusahaan kami ada yang namanya skala prioritas yaitu gaji karyawan, kedua tidak terjadi dan tidak diinginkan untuk pengurangan atau PHK serta THR tetap kita laksanakan” Tegasnya.

Sementara itu, mengenai tuntutan yang diminta oleh Aliansi Gebrak adalah meminta pihak manajemen PT. Intraca untuk menandatangani hasil hearing bersama pihak DPRD Provinsi Kalimantan utara.

Adapun isi hasil hearing tersebut adalah Pihak PT. Intraca harus melunasi tunggakan yang terjadi dalam kurun waktu 1 bulan dan memberikan santunan terhadap ahli waris dalam kurun waktu 7 hari setelah ditandatanganinya hasil hearing tersebut.

Dalam hal Ketua FKUI, Mesran mendesak agar PT. Intraca bersedia menandatangani hasil hearing tersebut.

“Ya haruslah tanda tangan, ini hak orang meninggal apa tidak ada hati nuraninya itu ini ahli warisnya sangat lama menanti sebesar 1 bulan pembayaran itu, kok dia ndamau lakukan bilangnya tidak ada duitnya itu yang pertama, yang kedua penunggakan BPJS ini sebanyak 1700 pegawai, baru-baru ini ada temuan juga BPJS Kesehatannya nda membayar juga jadi kalau orang ke puskesmas bayar sendiri” Ujarnya.

Terakhir, ia menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan blokade terhadap jam kerja karyawan, serta aksi akan dilanjutkan besok.

“Ya kami sepakati sama adik-adik walaupun 4-5 orang kami tetap lakukan aksi dan kami tutup pagar dari awal kita sandra lah, sama-sama kita tidak beraktivitas jadi sama-sama rugi, bukan niatnya untuk menghalangi tapi niatnya (perusahaan) tidak ada” Pungkasnya.

 

 

Penulis : Endah Agustina

Editor : Redaksi Kalpress.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *