2030 Mendatang IdulFitri Diprediksi Terjadi Dua Kali, Bagaimana Dengan THRnya? 

Foto diambil sebelum Pandemik Covid-19

2030 Mendatang Idul Fitri Diprediksi Terjadi Dua Kali, Bagaimana Dengan THRnya? 

Foto diambil sebelum Pandemik Covid-19

Tarakan, Kalpress – Adanya informasi Hari Raya Idul Fitri yang bakal terjadi 2 kali selama setahun tepatnya di tahun 2030 mendatang. Ternyata bukan isapan jempol semata, fenomena tersebut masih cukup lama, namun saat ini isu tersebut telah ramai keras diperbincangkan.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltara Syamsi Sarman membenarkan hal tersebut. Dijelaskannya, hal ini karena perhitungan jumlah hari pada kalender Hijriah dan Masehi memiliki perbedaan jumlah hari. Sehingga menurutnya, fenomena hari raya terjadi di tahun yang sama sangat memungkinkan untuk terjadi. Selain ia menguatkan jika fenomena tersebut sebelumnya telah pernah terjadi.

“Fenomena itu bisa terjadi. Karena penanggalan masehi dan hijriah mengalami selisih antara perhitungan. Sehingga kalau selisih itu ditambah-ditambah setiap tahun maka akan terjadi pergeseran bulan. Karena mulai dari selisihnya 2 hari, 3 hari, nanti berubah jadi 10 hari. Maka lama-lama bisa menjadi berbulan-bulan,” ujarnya, kemarin (07/05/2021).

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltara Syamsi Sarman

Ia menerangkan, setiap tahunnya Ramadhan dan Idul Fitri selalu mengalami pergeseran pada Kalender masehi. Sehingga rotasi inilah yang membuat pergeseran tersebut semakin lama akan membuat pelaksanaan hari raya terlihat sangat berdekatan dengan hari raya sebelumnya. Namun dari sisi Kalender Hijriah, Idul Fitri sama sekali tidak mengalami pergeseran waktu.

“Terkumpul sekian tahun, pasti akan terjadi pergeseran cukup jauh. Tidak usah jauh-jauh kita bandingkan saja, pernah lebaran berdekatan dengan Natal, terus jauh lagi, nanti beberapa tahun akan datang dia semakin dekat lagi. Jadi itu memang fenomena biasa sebetulnya. Penyebab utamanya adalah selisih perhitungan jumlah hari dalam penanggalan Hijriah dan Masehi,” tuturnya.

Dijelaskannya, sebelumnya fenomena ini pernah terjadi di tahun 2000. Sehingga kejadian terjadinya dua kali Idul Fitri di tahun yang sama bukanlah hal mustahil.

“Sudah pernah terjadi sekian puluh tahun lalu, kejadiannya sama. Tapi kalau ditanya THRnya apakah dua kali, nah itu yang repot. Karena THR kan mungkin mengikuti anggaran APBD periode masehi. Kalau setahun 2 kali berat juga pemerintah,” tukasnya

Meski demikian, menurutnya hal tersebut tidak berdampak pada antusias masyarakat dalam merayakan momentum tersebut. Selain itu, fenomena ini cukup diterima oleh umat Islam di seluruh dunia.

“Fenomena ini insyaallah tidak menganggu kekhusyukan. Tidak ada masalah. Tidak ada masalah dalam setiap ormas. Yang selisih pendapat kan paling hanya persoalan hari saja. Tidak sampai selisih jauh,” ungkapnya. (JRT/ICB)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *