Roda Persaudaraan YVC-I Tarakan Tebar Kebaikan di Ramadhan

Tarakan, Kalpress.ID – Di tengah deru mesin yang identik dengan aspal, terselip ketulusan yang menyentuh hati dari para penunggang Yamaha Vixion di Tarakan. Sebanyak 20 anggota Yamaha Vixion Club Indonesia Chapter Tarakan (YVC-I KU) memulai langkah mulia mereka dengan menyambangi Panti Asuhan Hidayah Nurul Yaqin.

Kedatangan mereka bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata kepedulian melalui penyaluran bantuan yang diharapkan mampu meringankan kebutuhan adik-adik di panti asuhan tersebut.

Momen haru pecah saat para bikers yang kerap dianggap sangar di jalanan, justru tampak akrab bercengkerama dengan anak-anak panti. Bagi YVC-I KU, berbagi bukan tentang seberapa besar nominal yang diberikan, melainkan tentang kehadiran dan kasih sayang yang dirasakan oleh sesama. Kunjungan ini menjadi bukti bahwa hobi otomotif bisa menjadi jembatan untuk menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam di tengah masyarakat.

Tak berhenti di situ, iring-iringan tertib para anggota bergerak menuju Simpang Empat THM di Jalan Yos Sudarso. Dengan senyum ramah, mereka membagikan paket takjil berbuka puasa kepada para pengguna jalan yang masih beraktivitas menjelang azan Maghrib.

Langkah ini dilakukan untuk membantu sesama pengendara sekaligus mempererat ikatan silaturahmi tanpa batas antara komunitas motor dengan warga Kota Tarakan.

Ketua YVC-I KU, Andi Kulle, menegaskan bahwa aksi sosial ini adalah komitmen jangka panjang komunitasnya. Ia berharap kegiatan semacam ini tidak hanya berhenti pada momentum Ramadhan 1447 H semata, tetapi terus berlanjut secara konsisten. Baginya, esensi sejati dari sebuah komunitas motor adalah kebermanfaatan yang bisa dirasakan langsung oleh orang di sekitar mereka, melampaui sekadar kumpul-kumpul hobi.

Lebih lanjut, momen berbagi ini juga menjadi tonggak sejarah bagi kepengurusan baru yang dilantik di awal bulan suci ini. Andi Kulle membawa visi besar untuk mengembalikan kejayaan YVC-I sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas (safety riding).

Melalui pendekatan humanis, mereka ingin memberikan edukasi bahwa tertib di jalan raya adalah bentuk penghargaan tertinggi terhadap nyawa sendiri maupun orang lain.

Gerakan ini secara tidak langsung menepis stigma negatif yang sering melekat pada komunitas motor di mata publik. Dengan mengedepankan etika berkendara dan jiwa sosial yang tinggi, YVC-I KU membuktikan bahwa bikers adalah aset masyarakat yang inspiratif.

Mereka menunjukkan bahwa di balik jaket kulit dan helm yang kokoh, terdapat hati yang hangat dan selalu siap sedia menolong sesama.

Melalui sinergi antara hobi dan aksi sosial, diharapkan masyarakat luas dapat melihat sisi lain dari dunia roda dua yang penuh dengan nilai positif. Semangat yang diusung oleh YVC-I KU menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kebaikan bisa datang dari mana saja, termasuk dari mereka yang hobi berkelana di atas aspal. Semoga konsistensi ini menjadi motivasi bagi komunitas lain untuk terus menebar manfaat. (ADR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *