MAFINDO Kaltara Bekali Guru Perbatasan Kuasai Teknologi Masa Depan lewat “AI Goes To School”

Tarakan, Kalpress.ID – MAFINDO Kalimantan Utara sukses melaksanakan Kelas Kecerdasan Artifisial – AI Goes To School secara daring (online), sebuah program unggulan dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) yang bertujuan untuk mendampingi 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan. Program ini didukung oleh mitra strategis seperti Google.org, AVPN, dan Asian Development Bank (ADB) , serta bekerja sama dengan pemangku kepentingan lokal untuk memastikan implementasi yang efektif di setiap wilayah.

Melalui pelatihan ini, para guru diajak untuk memahami Teknologi KA, Etika dalam pemanfaatan KA, Manajemen Prompt, Pemanfaatan KA untuk pembelajaran kreatif, Pemanfaatan KA untuk pengelolaan kelas, serta Pemanfaatan KA untuk peningkatan kinerja dan Administrasi. Selain itu, program ini juga menyediakan akses ke platform Learning Management System (LMS) yang memungkinkan guru mengakses materi pelatihan secara fleksibel dan berkelanjutan.

Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru di Kota Tarakan dari jenjang PAUD/TK hingga SMA. Dari 132 peserta yang telah mendaftar, sebanyak 120 peserta hadir dan mengikuti kegiatan secara aktif. Pelaksanaan kelas berlangsung secara daring melalui platform Zoom dengan suasana interaktif yang mendorong partisipasi aktif peserta selama sesi pemaparan materi, diskusi, dan praktik.

Kelas AI Goes to School MAFINDO dipandu oleh Anny Susilowati dan Ndaru Teguh Prakoso selaku trainer, dengan dukungan asisten trainer Rahmatan, Rahmani, Borohim Harahap, Muammar, dan Shanya Shafitry. Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Koordinator Wilayah MAFINDO Kalimantan Utara, Dr. Nurasikin, S.HI., M.H., CPM, serta dihadiri perwakilan PGRI Kota Tarakan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas guru di daerah. Selain pemaparan materi, peserta juga dibekali praktik langsung penggunaan platform Learning Management System (LMS). Peserta secara mandiri mengerjakan modul dan latihan pada akun masing-masing sebagai upaya memastikan pemahaman materi yang aplikatif dan berkelanjutan dalam mendukung proses pembelajaran di satuan pendidikan.

Koordinator MAFINDO Wilayah Kalimantan Utara, Dr. Nurasikin, S.HI., M.H., CPM. (Foto : Mafindo Kaltara)

Koordinator MAFINDO Wilayah Kalimantan Utara, Dr. Nurasikin, S.HI., M.H., CPM, mengungkapkan bahwa pelaksanaan program AI Goes to School merupakan langkah strategis dalam memperkuat literasi Kecerdasan Artifisial (KA) di kalangan guru, khususnya di Kota Tarakan. Menurutnya, pemahaman yang komprehensif mengenai KA menjadi sangat penting agar guru mampu memanfaatkan teknologi secara kritis, etis, dan bertanggung jawab, serta mengintegrasikannya secara efektif dalam proses pembelajaran, pengelolaan kelas, dan peningkatan kinerja administrasi pendidikan.

“Pemanfaatan KA secara komprehensif sangat penting agar guru mampu mengintegrasikan teknologi ini secara efektif, etis, dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran,” ujar Dr. Nurasikin, S.HI., M.H., CPM, Koordinator Wilayah MAFINDO Kalimantan Utara, Sabtu, 28 Februari 2026.

Sementara itu, Anita Nurhasanah, Ketua APKS Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tarakan, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program AI Goes to School oleh MAFINDO Kalimantan Utara. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan guru saat ini, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan. Menurutnya, pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (KA) tidak hanya mendorong inovasi pembelajaran, tetapi juga membantu guru dalam pengelolaan kelas serta penyelesaian tugas administrasi secara lebih efektif dan efisien.

Tentang AI Goes To School

AI Goes To School adalah program pelatihan yang bertujuan untuk mendampingi 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan. Program ini dirancang untuk membantu guru memahami dan mengintegrasikan KA ke dalam pembelajaran sehari-hari, sehingga mereka dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inovatif dan relevan bagi siswa.

Program ini didukung oleh mitra strategis seperti Google.org , AVPN , dan Asian Development Bank (ADB) , serta melibatkan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keberhasilan implementasi di seluruh wilayah Indonesia.

Tentang Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO)

Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) adalah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memerangi misinformasi dan hoaks. Berdiri pada tahun 2016, MAFINDO memiliki lebih dari 95.000 anggota online dan 1.000 sukarelawan. Selain program anti-hoaks, MAFINDO juga aktif dalam inisiatif pendidikan dan literasi digital, termasuk program AI Goes To School , untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan tangguh terhadap tantangan era digital.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *