Tarakan, Kalpress.ID – Program Desa Energi Berdikari Sobat Bumi yang diinisiasi oleh Universitas Borneo Tarakan (UBT) binaan Pertamina Foundation kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong penggunaan energi terbarukan dan meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat. Melalui serangkaian kegiatan yang digelar baru-baru ini, program ini berhasil menghadirkan solusi inovatif sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
PLTS untuk Mesin Pengering Rumput Laut
Salah satu pencapaian utama dalam program ini adalah pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi ramah lingkungan untuk mengoperasikan mesin pengering rumput laut. Inovasi ini menjadi terobosan penting bagi para petani rumput laut di kawasan tersebut yang selama ini mengandalkan sinar matahari langsung atau energi konvensional untuk proses pengeringan.
Dengan menggunakan PLTS, proses pengeringan rumput laut menjadi lebih efisien dan tidak bergantung pada cuaca. Energi yang dihasilkan dari panel surya mampu menggerakkan mesin pengering secara konsisten, sehingga kualitas rumput laut yang dihasilkan lebih terjaga dan produktivitas petani meningkat. Selain itu, penggunaan energi terbarukan ini juga membantu mengurangi emisi karbon dan biaya operasional jangka panjang.
Tanam Pohon Bersama untuk Masa Depan Hijau
Tidak hanya fokus pada teknologi energi bersih, program Desa Energi Berdikari Sobat Bumi UBT juga menggelar kegiatan penanaman pohon secara massal yang melibatkan mahasiswa, dosen, serta masyarakat setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan tutupan hijau di kawasan desa sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya pelestarian hutan dan lingkungan.
Ratusan bibit pohon produktif dan peneduh ditanam di berbagai lokasi strategis. Kegiatan gotong royong ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat dalam upaya bersama menjaga kelestarian alam.
Seminar Bank Sampah dan Edukasi 3R
Rangkaian program ditutup dengan penyelenggaraan seminar bank sampah dan edukasi tentang prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Seminar ini menghadirkan narasumber yang kompeten dalam bidang pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular.
Dalam seminar tersebut, peserta diajak untuk memahami konsep bank sampah sebagai sistem yang mengubah sampah menjadi aset bernilai ekonomi. Masyarakat diberikan pemahaman praktis tentang bagaimana memilah sampah dari rumah, mengelolanya dengan benar, dan memanfaatkannya untuk menambah penghasilan melalui bank sampah.
Edukasi 3R yang diberikan juga menekankan pentingnya mengurangi produksi sampah dari sumbernya, menggunakan kembali barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan, dan mendaur ulang sampah menjadi produk baru. Pendekatan ini diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah, dari sekadar membuang menjadi mengelola secara bertanggung jawab.
Menurut mentor DEB Dr. Linda Sartika, S.T.,M.T “Sebagai mentor dalam program DEB Pertamina Foundation, saya melihat komitmen kuat dari para penerima beasiswa dalam mengembangkan alat pengering rumput laut ini. Mereka tidak hanya berfokus pada inovasi teknis, tetapi juga memastikan bahwa teknologi yang mereka ciptakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat pesisir. Saya percaya alat ini akan menjadi solusi berkelanjutan yang meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi rumput laut bagi para petani. Kami akan terus mendampingi mereka agar teknologi ini dapat diimplementasikan secara optimal dan memberi dampak nyata bagi desa.”
kemudian disambut Pak Nur Alam sebagai ketua RT 15 sekaligus local hero dalam pengabdian DEB ini, “Sebagai Local Hero yang mendampingi proses pemberdayaan ini, saya melihat langsung bagaimana mahasiswa penerima beasiswa Pertamina Foundation bekerja dengan disiplin dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Mereka tidak sekadar membawa alat, tetapi juga membawa pengetahuan, pelatihan, dan komitmen untuk berkolaborasi dengan masyarakat. Alat pengering rumput laut ini sangat penting untuk meningkatkan nilai jual produksi warga, dan kami berterima kasih atas dedikasi mereka yang ingin memastikan alat tersebut benar-benar bermanfaat dan dapat digunakan jangka panjang.” Ujarnya.
Komitmen Berkelanjutan
Koordinator program Desa Energi Berdikari Sobat Bumi UBT, Viktor Patabang menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang universitas dalam berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. “Kami tidak hanya ingin sebatas menerima dan menikmati beasiswa dari PFs namun juga komitmen kami terhadap pengabdian masyarakat dan implementasi ilmu yang kami dapatkan dalam berinovasi, memberikan teknologi, tetapi juga membangun kesadaran dan kapasitas masyarakat agar mereka dapat mandiri dalam mengelola energi dan lingkungan mereka,” ujarnya.
Program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi di desa-desa lain, menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan mengintegrasikan teknologi energi terbarukan, konservasi lingkungan, dan pengelolaan sampah yang baik, Desa Energi Berdikari Sobat Bumi UBT telah membuktikan bahwa pembangunan berkelanjutan dapat dimulai dari tingkat grassroot dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Dan sebagai penutup salah satu perwakilan masyarakat memberikan dukungan dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam DEB ini, “Kami sebagai masyarakat sangat mengapresiasi bantuan serta pendampingan dari mahasiswa penerima beasiswa Pertamina Foundation yang telah menciptakan alat pengering rumput laut ini. Dengan adanya alat ini, proses pengeringan menjadi lebih cepat dan higienis, sehingga pendapatan kami pun bisa meningkat. Kami melihat komitmen mereka untuk terus mendampingi dan memastikan alat ini berjalan dengan baik. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dan membawa perubahan positif bagi para petani rumput laut di desa kami.”
Penulis: VP











