Dinobatkan Sebagai Ketua PWI Termuda se-Indonesia, PWI Pusat Sampaikan Hal ini

Tarakan, Kalpress — Dalam Konferensi pertama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang dilaksanakan pada beberapa pekan lalu menghadirkan pemimpin muda yang menahkodai PWI Kaltara.
Di antara para kuli tinta, nama Nicky Saputra Novianto merupakan salah satu yang cemerlang. Bagaimana tidak, di usianya yang berada di angka 29 tahun, Nicky Saputra Novianto dinobatkan sebagai Ketua PWI termuda di Indonesia.
Diketahui, Nicky Saputra Novianto lahir di Tarakan 4 November 1992 telah menggeluti profesi jurnalistiknya sejak awal tahun 2016. Beberapa jabatan keredaksian pernah diembannya bersama beberapa media.
Mulai dari redaktur di Surat Kabar Harian (SKH) Kaltara Pos tahun 2016-2018, wartawan magang di Indopos Jakarta tahun 2017, hingga dipercaya menjadi Pimpinan Redaksi (Pemred) di Benuanta.co.id dan Surat Kabar Mingguan Benuanta sejak tahun 2019 hingga sekarang.
Menangapi hal tersebut, Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Zulkifli Gani Otto saat Konferensi PWI Kaltara, belum lama ini, menerangkan dari semua Ketua Provinsi PWI se-Indonesia sebagian besar berusia 40 tahun ke atas.
“Saya dengar Nicky baru berusia 29 tahun, sedangkan semua ketua provinsi di tanah air rata-rata di atas 40 sampai 50 tahun. Jadi bisa dibilang Nicky yang termuda di Indonesia,” terang Zulkifli.
Zulkifli menuturkan, sebagai ketua PWI termuda di provinsi termuda justru target-target selama menjabat juga harus lebih besar.
“Karena masih muda dan masih sangat aktif. Jika sekarang anggota biasa ada 35 mungkin dua tahun ke depan sudah harus target di atas 100 anggota biasa,” sebutnya.
Dijelaskan Zulkifli, untuk menaikkan target harus banyak UKW. Persyaratan anggota biasa pertama-tama harus kompeten. Ia juga berpesan setiap pengurus tidak berseberangan dengan pemerintah.
“Kita boleh mengkritisi pemerintah tapi jangan putus hubungan. Kita juga punya kode etik dan dilindungi UUD, jadi buatlah berita sesuai dengan kaidahnya,” terangnya.
Dari pengalaman mengelilingi provinsi di Indonesia. Zulkifli selalu mengimbau dan mengharapkan generasi muda khususnya di media online untuk berinovasi.
“Kita harapkan banyak anggota dari online. Tapi juga harus diseleksi jangan sampai perusahaannya tidak berbadan hukum akan jadi masalah di kemudian hari,” tuturnya. (*)
Editor: Redaksi Kalpress.id










