Wilayah Kampung Empat dan Mamburungan Belum Mengalir, Ini Penjelasan PDAM

Wilayah Kampung Empat dan Mamburungan Belum Mengalir, Ini Penjelasan PDAM

Bacaan Lainnya

Tarakan, Kalpress – Tidak meratanya daerah yang teraliri air bersih, bahkan ada yang mati total di beberapa lokasi di kota Tarakan, diakibatkan karena keterbatasan air baku di Embung Binalatung Kampung Satu, mulai menipis serta minimnya curah hujan beberapa hari terakhir.

Kepala Bagian Produksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tarakan, Muhammad Setia Budhi mengungkapkan, kondisi embung saat ini sedang kritis dan hanya setinggi -226 centimeter saja.

Foto Istimewa Julian

“Kemarin itu sempat kering dan tadi malam turun hujan, naiknya juga cuma 2 centimeter dan sekarang -226cm dan harusnya tampungan berada dititik 0 artinya sangat jauh dan sekarang posisinya sedang kritis” Ungkapnya, Sabtu (24/07/2021).

Untuk mengatasi keringnya air baku pada Embung Binalatung, pihak PDAM telah melakukan upaya maksimal diantara nya memenuhi tampungan reservoar.

“Kemarin kan kita sudah mensimulasikan untuk tidak mengalir dengan bergilir kita coba juga beberapa langkah-langkah seperti memenuhi tampungan air di atas Reservoar yang baru itu sekitar 3000 meter kubik dan Alhamdulillah semalam sudah kita distribusikan kembali”.

Budhi menuturkan, untuk pendistribusian ini hanya dua dari tiga jalur yang dibuka, yaitu jalur Ladang dan Markoni.

“Tiga jalur yang sudah kita buka, yang dua full dan yang satu masih separuh ini kita bertahap juga sambil melihat kondisi tampungan air. Untuk jalur yang kita buka Ladang dan Markoni tapi sementara untuk jalur timur seperti Mamburungan dan Kampung Enam itu belum mengalir”.

 

Penulis : Endah Agustina

Editor : Redaksi Kalpress.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *