Sempat Terkendala, Dermaga Mewah Pelabuhan Tengkayu 1 Tarakan Selesai

Tarakan, Kalpress – Proyek revitalisasi Pelabuhan Tengkayu I Kota Tarakan yang dimulai sejak tahun 2017 dengan memakan APBD Provinsi Kimantan Utara sebesar Rp 105 Miliyar akhirnya selesai dan diresmiman, Sabtu (15/08/2020) siang.

Yangmana diketahui, peresmian yang seharusnya dilakukan di akhir tahun 2019 kemarin, ditunda sampai awal triwulan II tahun 2020 akibat tingginya arus pergerakan penumpang.

Bacaan Lainnya

“Keterlambatan ini kita maklumi, karena memang pengerjaan tahap akhir terganggu akibat tingginya arus pergerakan penumpang pada akhir tahun 2019, dan juga menyesuaikan kondisi alam seperti pasang surut air laut”, terang Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie dalam sambutannya.

Irianto menambahkan, pelabuhan Tengkayu I pada tahap pertama atau tahun 2017 lalu menelan anggaran Rp 19 miliar. Kemudian pada APBD Perubahan Tahun 2017 atau tahap II ditambah anggaran sebesar Rp 19 miliar. Tahun 2018 atau tahap III, Tengkayu I dikucur anggaran sebesar Rp 35 miliar.

“Tahun 2019 kemarin, atau tahap terakhir dikucurkan lagi Rp 36 miliar ditambah 5 miliar terakhir finishing yang masih berjalan sampai saat ini,” tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kaltara Taupan Majid menambahkan, pembangunan dermaga pelabuhan Tengkayu 1 ini merupakan keputusan yang beresiko besar, karena mengalahkan prioritas kegiatan lainnya.

“Indikatornya adalah mampu menyediakan moda transportasi berserta infrastruktur dan Sarpras lainnya secara aman, nyaman dan mudah untuk masyarakat Kaltara, dengan pak Gubernur mengesampingkan sementara pembangunan rumah jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur dan rumah jabatan Pimpinan OPD se-Kaltara”, sambungnya.

Sementara itu, hadir menyosialisasikan
layanan pembayaran nontunai menggunakan QRIS (Quick Response [QR] Code Indonesian Standard). Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Utara Yufrizal menyebutkan, BI Kaltara telah menggagasnya 3 tahun lalu. Namun, untuk kepemimpinanya sendiri baru akan genap satu tahun di 17 Agustus 2020 mendatang, dengan demikian pembelian tiket dan transaksi lainnya dapat lebih mudah dilakukan.

“Dengan non tunai kita akan lebih aman dari ancaman kejahatan, lebih efisien tidak perlu susah mencari kembalian, instan tidak perlu membawa dompet tebal. Apalagi, di masa pandemi seperti ini, non tunai juga lebih higienis dan dapat menghindarkan kita dari penularan virus corona”, tutup Yufrizal.

Sebelum pemotongan pita secara simbolis untuk meresmikan Pelabuhan SDF Tengkayu 1, Gubernur Kaltara membagikan bantuan kepada sejumlah kelompok nelayan serta petani rumput laut, sebagai bentuk stimulan di tengah pandemi Covid-19. (RMA)

.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *